BP Tapera Tebar Rp8,83 Triliun Buat Pejuang KPR, Ini Realisasinya
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Seorang petugas SRI Wilayah V Kulonprogo tengah menengok kondisi perahu yang rusak akibat diterjang ombak tinggi di Pantai Congot, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Kamis (18/4/2019). /Ist- Dok Satlinma
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Masyarakat Pesisir Selatan Kulonprogo mengaku sempat dibuat resah dengan informasi potensi gempa yang bisa menimbulkan tsunami. Namun, dengan adanya potensi bencana, tingkat waspada harus ditingkatkan dan langkah mitigasi terus dilakukan.
Salah satu nelayan yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Bogowonto Pantai Congot, Iwanto Nugroho mengatakan, di bulan Juli pihaknya sempat akan melaut, namun sampai sekarang hal tersebut urung dilakukan mengingat kondisi gelombang yang tidak mendukung.
"Dulu sempat mau melaut, tapi gelombang tinggi, ada informasi juga soal tsunami, sempat resah," ungkap Iwan pada Jumat (9/8/2019).
Namun, ia menuturkan, dengan informasi tsunami seperti itu, langkah mitigasi masyarakat perlu ditingkatkan.
Praktis ia tidak melaut sejak akhir bulan puasa lalu sampai sekarang. Ia menuturkan, di musim kemarau seperti sekarang, tinggi gelombang memang menjadi kendala nelayan di Pantai Selatan.
Biasanya, saat gelombang sedang tinggi, nelayan mencari pekerjaan sampingan. "Saya bertani, biasanya ada juga yang narik perahu buat wisatawan," jelasnya. Saat pertengahan tahun seperti ini, ikan yang biasa didapatkan yaitu ikan bawal dan layur.
Informasi sempat beredar di masyarakat terkait adanya potensi gempa bumi dan tsunami. Dalam rilisnya, BMKG menjelaskan, berdasarkan kajian ahli, zona megathrust di Selatan Jawa berpotensi terjadi gempa sampai magnitudo 8,8. Dari gempa tersebut bisa menyebabkan terjadinya tsunami setinggi 20 meter. Tetapi, itu merupakan potensi dan bukan prediksi, jadi tidak bisa diketahui kapan terjadi. Lebih lanjut, masyarakat diimbau melakukam upaya mitigasi struktural dan non struktural.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko mengatakan kabar adanya potensi gempa dan tsunami membuat masyarakat pesisir Kulonprogo sempat resah. Pihaknya berupaya memberikan pengertian kepada masyarakat pesisir agar tetap tenang dan berupaya meningkatkan kewaspadaan.
"Kami selalu mengikuti informasi dari BMKG [Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika]. Ke masyarakat pesisir kami berikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh nelayan dan warga, karena mereka sempat resah, cuma membaca berita di media masa dan informasi yang macam-macam," ujar Aris.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Ariadi menjelaskan, sebagai langkah mitigasi terhadap potensi tsunami di Kulonprogo, sudah ada tujuh Early Warning System (EWS) yang saat ini terpasang dengan baik.
Selain itu, ada 13 Desa Tangguh Bencana (Destana) di Pesisir Selatan Kulonprogo yang menjadi pendorong mitigasi bencana masyarakat. "Melalui Destana itu masyarakat bisa lebih meningkatkan langkah mitigasinya sesuai potensi bencana," ujar Ariadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Kelurahan Giwangan melatih warga mengolah sampah organik dengan biopori jumbo untuk mendukung program Mas Jos Kota Jogja.
Seskab Teddy Indra Wijaya membeli 35 sapi jumbo dari peternak Boyolali untuk kebutuhan kurban Iduladha 1447 Hijriah.
TPS Surabaya menangani ekspor tiga unit locomotive platform PT INKA ke Australia, melengkapi total pengiriman 16 unit.
Dosen UMY mengingatkan mahasiswa soal bahaya paylater yang memicu perilaku konsumtif, utang, hingga stres finansial menurut Islam.
Jonatan Christie langsung fokus ke Indonesia Open 2026 usai tersingkir pada babak pertama Singapore Open dari Prannoy H.S.