Manchester City Raih Gelar Piala FA Kedelapan Usai Tekuk Chelsea
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Ilustrasi beras Bulog./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan memanfaatkan umbi-umbian sebagai bahan konsumsi masyarakat. Hal tersebut sebagai upaya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Bambang Wisnu Broto di Gunung Kidul, Senin, mengatakan masyarakat pada saat ini masih sangat bergantung dengan beras.
"Beras masih menjadi sumber karbohidrat utama. Sebagai contoh, masyarakat belum dianggap sarapan kalau belum memakan nasi,” katanya.
Menurut dia, ketergantungan terhadap beras harus dikurangi sebagai antisipasi makin menyempitnya area lahan pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan dengan terus mengembangkan potensi pangan lokal yang dimiliki seperti ubi, ketela, garut, uwi hingga gembili.
Saat ini, tingkat ketergantungan beras di Gunung Kidul masih tinggi karena dari sisi perhitungan mencapai 83 kilogram per kapita dalam setahun.
"Kami terus kampanyekan gerakan untuk mengurangi makan nasi dengan mengganti sumber karbohidrat lain seperti umbi-umbian dan jagung. Selain itu, untuk kesehatan juga digerakkan makan sayur,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Fajar Ridwan mengatakan potensi makanan lokal yang berasal dari umbi-umbian bisa menjadi bahan pangan yang cocok sebagai pengganti beras.
"Kandungan gizi, pangan lokal tidak kalah serta diklaim lebih sehat karena kaya serat dan rendah gula. Jenis umbi-umbian yang dimiliki banyak seperti uwi, gembili, garut hingga ganyong," katanya.
Ia mengatakan belakangan ada tren area lahan yang semakin menyempit, maka program diversifikasi pangan harus digalakan sehingga bisa menjadi solusi saat adanya ancaman krisis pangan.
Untuk pengembangan tanaman pangan lokal, dinas pertanian pangan sudah menggalakan program penyemaian bibit di 18 balai penyuluhan pertanian (BPP) di setiap kecamatan.
"Pada 2040 diprediksi nilai pangan akan mahal dan terjadi krisis. Untuk itu, mulai sekarang harus digalakan program diversifkasi pangan dengan pengembangan tanaman pangan lokal, sehingga ketergantungan terhadap beras bisa terus ditekan,” demikian Fajar Ridwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Bali United vs Bhayangkara FC sore ini. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan peluang kemenangan di laga kandang terakhir musim ini.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
302 personel gabungan amankan laga PSIM vs Madura United di Bantul. Polisi siapkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas.