Cegah Kebakaran, Pemkab Kulonprogo Sebarkan Edaran Pemakaian Listrik

Ilustrasi kebakaran. - JIBI/Bisnis.com
11 Agustus 2019 23:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo mengeluarkan surat edaran berisi imbauan kepada masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, selalu berhati-hati saat menggunakan api di rumah, serta memperhatikan pemakaian jaringan listrik.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Ariadi mengatakan surat edaran ini sudah dikirimkan ke seluruh instansi pemerintah dan ke desa-desa di Kulonprogo. Harapannya, pemangku kepentingan tersebut bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat ihwal kewaspadaan kebakaran ini.

“Bupati Kulonprogo sudah mengeluarkan surat edaran bagi masyarakat terkait dengan imbauan larangan pembakaran sampah di sembarang tempat. Surat diedarkan ke seluruh wilayah Kulonprogo supaya disosialisasikan kepasa masyarakat,” katanya Ariadi, Sabtu (10/8/2019).

Berdasarkan pendataan BPBD, pada 2019 sudah terjadi 19 kasus kebakaran meliputi kebakaran lahan dan rumah. Adapun pada 2018 jumlahnya mencapai 72 kasus. Meski tahun ini cenderung ada penurunan, tapi kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan.

Dia menjelaskan potensi kebarakan di Bumi Menoreh hampir menyeluruh di semua kawasan, mulai dari hutan, ladang hingga permukinan warga. Kebakaran lahan acap kali terjadi di Kecamatan Kokap, Girimulyo, Kalibawang dan Samigaluh.

“Biasanya kebakaran terjadi karena aktivitas pembakaran daun-daun kering sudah mulai berguguran oleh warga, tapi dalam proses ini tidak diawasi, sehingga api kerap membesar.  Oleh karena itu mohon jangan dibakar, lebih baik ditimbun. Selain itu kami imbau masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan karena ini juga berpotensi menyebabkan kebakaran,” ucapnya.

Salah satu anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Girimulyo, Sutikno, mengungkapkan di wilayah Girimulyo memang riskan terjadi kebakaran, terutama yang menyasar lahan. Di dua desa yang kerap dilanda peristiwa ini yakni Desa Giripurwo dan Pendoworejo.

“Di lokasi tersebut kebanyakan hutan jati dan posisi bertebing sekarang banyak rumput-rumput yang pada mengering, sebagai imbauan pada warga untuk mengantisipasi kebakaran di wilayah tersebut warga untuk hati-hati bila menyalakan api maupun membuang puntung rokok bagi perokok,” ujarnya.