86 Ekor Hewan Kurban di Kulonprogo Ditemukan Terserang Cacing Hati

Penyembelihan hewan kurban. - Solopos/Ivanovich Aldino
12 Agustus 2019 17:27 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Berdasarkan pantauan Pemkab Kulonprogo pada saat penyembelihan hewan kurban di Kulonprogo, terdapat 86 ekor hewan kurban yang terkena cacing hati. Tidak ditemukan sama sekali penyakit zoonosis seperti antraks di Iduladha tahun ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Aris Nugraha mengatakan dari pemantauan yang dilakukan pada total 980 hewan kurban, temuan sementara pihaknya mendapati 86 hewan kurban terkena cacing hati. Semuanya terjadi pada sapi.

"Ada cacing hati. Tapi sebenarnya tidak masalah. Tiap tahun seperti itu. Tinggal sapi yang terkena cacing hati tidak dikonsumsi dan dimusnahkan saja," ujarnya pada Senin (12/8/2019).

Pihaknya melakukan pemantauan pada pelaksanaan penyembelihan hewan kurban Minggu (11/8/2019) kemarin dengan menerjunkan petugas pemantau baik dari dinas terkait dibantu mahasiswa. "Selama pemantauan tidak ditemukan kasus penyakit zoonosis seperti antraks," ungkap Aris.

Total lokasi yang dipantau oleh Pemkab Kulonprogo sebanyak 1.100 lokasi merata di 12 kecamatan. Petugas yang diterjunkan sebanyak 190 orang. Sementara, hewan kurban yang disembelih di Kulonprogo ada lebih dari 5.000 ekor.

Aris mengatakan, pada Iduladha tahun ini, masyarakat Kulonprogo banyak mendatangkan hewan kurban berasal dari Madura. "Pertimbangannya dari masyarakat, kalau dari Madura, dagingnya itu lebih banyak daripada yang lokal," jelasnya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonpogo, Drajat Purbadi mengatakan, sebelum pemantauan pada titik-titik penyembelihan, pihaknya sudah terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di tiap titik penjualan. Menurutnya, hasil dari temuan dalam pemeriksaan, masih ada hewan yang terkena diare karena peralihan pakan.

"Diare biasanya karena adaptasi dengan pola pakan baru. Tapi 3 sampai 7 hari setelahnya juga bisa sembuh," tutur Drajat.

Selain itu, masih banyak juga ditemukan penjual hewan kurban di Kulonprogo yang belum mempunyai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Pada penjual yang belum mempunyai SKKH pihaknya memberikan peringatan agar di kemudian hari meminta pengurusan SKKH dari penjual hewan kurban asal.