Advertisement
Setelah Iduladha, Penggilingan Daging Sapi di Sleman Diserbu Warga
Ilustrasi daging merah - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Permintaan jasa penggilingan daging di Kabupaten Sleman meningkat cukup signifikan. Hal tersebut imbas dari Hari Raya Iduladha beberapa hari yang lalu.
Dari pantaian Harianjogja.com di salah satu tempat penggilingan daging wilayah Tridadi, Sleman, Kamis (15/8), antrean masyarakat yang ingin menggiling daging sudah mengular sejak pukul 05.00 WIB. Warga yang silih berganti berdatangan untuk menggilingkan dagingnya. “Ramai, tidak seperti hari biasanya, rata-rata warga datang membawa lima hingga tujuh kilogram daging sapi,” ujar pemilik penggilingan daging di Tridadi tersebut, Utari, Kamis (15/8/2019).
Advertisement
Dia mengatakan ramainya masyarakat yang ingin menggiling daging sudah berlangsung sejak hari pertama Iduladha atau Minggu (11/8/2019). Menurutnya, kondisi tersebut akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. “Dalam sehari bisa melayani hingga ratusan kilogram daging, permintaannya meningkat,” ujar dia.
Untuk satu kilogram daging sapi, rata-rata biaya proses giling mencapai Rp6.000 hingga Rp7.000. Harga tersebut belum termasuk tambahan tepung maupun bumbu.
Salah seorang warga Kecamatan Mlati, Wiwin Setyowati, 34, mengaku harus menunggu cukup lama untuk menggiling lima kilogram daging yang ia bawa. “Rencananya akan diolah menjadi bakso, karena lebih praktis, kalau dibuat rendang terus juga bosan,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Aliran Uang Korupsi K3 Kemenaker Terkuak di Sidang, Capai Ratusan Juta
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Bantul Terapkan WFH bagi ASN Mulai Pekan Ini
- Digugat ke PTUN, Pemkab Bantul Sebut Pemecatan Dukuh Seloharjo Sah
- Sultan HB X Tekankan Pentingnya Mawas Diri dalam Pengambilan Keputusan
- WFH ASN Bantul Dibatasi, Tidak Semua OPD Bisa Terapkan
- Empat Nama Berebut Kursi Ketua PKB Kulonprogo lewat UKK
Advertisement
Advertisement





