Upacara di Watulumbung Parangtritis, Seniman Ungkap Makna Merdeka dan Kebebasan

Suasana upacara yang digelar oleh para seniman dari DIY yang turut dihadiri oleh perwakilan Kasultanan Nangroe Aceh Darussalam di Watulumbung, Sabtu (17/8/2019). - Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim
18 Agustus 2019 03:37 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16). Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL– Guna merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74 para seniman asal Bantul menggelar upacara bendera di Kampung Edukasi Watulumbung, Parangtritis, Kretek, Bantul. Upacara berlangsung pada pukul 08.00 WIB.

Salah satu seniman asal DIY, Yani Saptohusodo menyampaikan upacara di Watulumbung memiliki makna yang sangat banyak, menurutnya bisa menikmati pemandangan yang indah dan sekaligus merayakan 74 tahun Indonesia merdeka adalah salah satu bagian dari kemerdekaan tersebut.

“Salah satu bentuk kemerdekaan ya upacara di alam yang sangat indah ini, upacara ini adalah salah satu bentuk kebebasan dan kebebasan juga merupakan bagian dari merdeka,” katanya ketika ditemui Harianjogja.com pada Sabtu (17/8/2019).

Sementara itu pendiri Kampung Edukasi Watulumbung, Boy mengakatan bahwa pihaknya memang sudah sering menggelar upacara bendera dalam perayaan-perayaan tertentu namun upacara tersebut tidak terlalu formal.

“Salah satunya yang sering ya waktu 17-an seperti ini, memang tidak formal tapi ini cukup berarti untuk memperingati hari kemerdekaan negara kita,” katanya.

Dalam upacara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Kasultanan Nangroe Aceh Darussalam, Teuku Azmi Djafar. Katanya dirinya sangat mengapresiasi upacara tersebut. “Pihak kami sendiri sudah sering diundang upacara di Istana Negara, tapi undangan kali ini sangat berbeda dan memang sangat menyenangkan, bagaimana tidak, karena upacara kali ini saya bisa menikmati pemandangan yang indah dan bersih tentunya,” ujarnya.