Tahun Depan, SPAM Kamijoro Ditawarkan kepada Investor

Bendung Kamijoro.-Harian Jogja - Ujang Hasanudin
22 Agustus 2019 15:07 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Rencana pembangunan infrastruktur strategis Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Kamijoro, Kabupaten Bantul, menapaki babak baru. Proyek ini segera ditawarkan kepada investor melalui sistem kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Rencananya paling cepat proyek tersebut ditawarkan ke investor pada tahun depan. Untuk mewujudkan hal itu, Pemda DIY, Pemkab Kulonprogo dan Pemkab Bantul menandatangani Nota Kesepahaman terkait dengan proyek tersebut, Rabu (21/8).

Kesepakatan tersebut dilakukan untuk menyinergikan penyelenggaraan SPAM Regional Kamijoro. Pemda DIY bersama Pemkab Kulonprogo dan Bantul sepakat untuk melaksanakan percepatan penyelenggaraan SPAM Regional Kamijoro.

Begitu juga kesepakatan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan produktivitas dalam penyediaan pelayanan air minum hingga upaya meningkatkan kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat. “SPAM Kamijoro, saya harapkan bisa memberikan fasilitas air untuk masyarakat di Kabupaten Bantul, Kulonprogo serta bandara YIA," kata Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Rabu (21/8/2019).

Menurut Sultan, pada 2025 mendatang DIY harus menyediakan supplai air sebanyak 25.000 hingga 27.000 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang diperkirakan mencapai 4 juta jiwa. Kebutuhan air bersih, katanya, merupakan tanggung jawab Pemda DIY dan pemerintah kabupaten/kota. Sultan optimistis dengan ketersediaan air bersih bagi masyarakat, akan bisa menaikan taraf ekonomi. "Oleh karena itu koordinasi dan sinkronisasi kebijakan serta sinergitas dalam pengembangan proyek SPAM Kamijoro ini," katanya.

Menurut dia, investasi sumber daya air merupakan investasi yang tidak murah. Dia mengimbau kepada Pemkab dan Pemkot untuk bisa mengelola air dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya Kamijoro, Sultan juga mendorong pengadaan dan pengelolaan air melalui Bumdes di DIY.

"Enam tahun lalu awalnya hanya ada empat kelompok pengelola air, saat ini sudah menjadi 983 kelompok masyarakat. Kalau managemen mereka bagus dan saluran makin panjang, kelompok ini tidak perlu urunan lagi, kami bantu dengan pinjaman. Kita verifikasi tiap tahun bagaimana perkembangannya,” ucap Sultan.

Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo mengaku Kamijoro diperlukan untuk memeuhi kebutuhan air bersih di kawasan industri Kulonprogo, YIA dan Pelabuhan Tanjung Adikarto. Suplai air bersih juga digunakan untuk pengembangan Kawasan Industri Wates Baru serta kebutuhan masyarakat luas. Pemkab akan lebih menggali potensi air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga Kulonprogo.

"SPAM Kamijoro mampu memberikan 500 liter air per detik. Alokasinya, 300 liter per detik untuk Kulonprogo, dan 200 liter per detik untuk Bantul. Ini untuk memenuhi kebutuhan air ke depan. Kalau saat ini masih cukup," kata Sutedjo.