Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Warga Kelurahan Gunungketur, Kecamatan Pakualaman, Kota Jogja, beraktivitas di Omah Kreatif Loedjie 16, Jumat (22/8/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Melalui komunitas Omah Kreatif Loedjie 16, pemuda dan anak-anak di Kelurahan Gunungketur, Kecamatan Pakualaman, Jogja, diajari berkesenian. Omah Kreatif Loedjie 16 memiliki basecamp sederhana di sebelah lapangan badminton, sebelah timur Pura Pakualaman.
Di basecamp itu beberapa karya para anggota seperti kaus lukis, kerajinan dari benda daur ulang dan sebagainya. Di sini pula segala aktivitas produksi dan berkesenian dilakukan.
Ketua Omah Kreatif Loedjie 16, Nyoman Anjas, menjelaskan ada tiga fokus utama komunitasnya, yakni kesenian, kewirausahaan dan pemerhati anak. “Nama Loedji 16 diambil dari tanggal berdirinya komunitas ini, yakni 31 Desember 2016. Makanya kami tambahkan loedji, singkatan telu siji, dan 16 yang menunjukan tahun 2016,” kata dia, akhir pekan lalu.
Komunitas ini memiliki banyak kegiatan kreatif, diantaranya pembuatan kaos teide atau kaos pelangi, kaos lukis, ecoprint, dan decoupage. “Decoupage adalah penggunaan barang bekas seerti kaleng, piring, botol bekas. Diolah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis,” kata dia.
Di bidang seni tradisi, dia menyebutkan sejumlah kegiatan di antaranya Langen Carito dan Dolanan Anak. Langen Carito merupakan seni tradisi mirip ketoprak Jawa, namun yang menjadi pemain adalah anak-anak. “Sementara ini kami menampilkan cerita berjudul Dumading Parangkusumo. Belum lama ini, kami berhasil meraih Juara II di tingkat Kota Jogja. Lalu kami dipercaya untuk mewakili Jogja untuk maju ke tingkat provinsi,” ucap dia.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat kelurahan (LPMK) Gunungketur, Mart Stalin, mengatakan Omah Kreatif Loedjie 16 memberi banyak inovasi dan kreasi untuk anak-anak bahkan sejak tingkat PAUD. “Banyak pembinaan untuk anak-anak juga, seperti camping, seni budaya dan lainnya,” kata dia.
Selain itu komunitas ini menurutnya juga sangat bagus dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan pemuda. “Contohnya mereka memanfaatkan ban buangan yang teryata bisa diolah dan dijadikan tempat duduk. Banyak juga yang pesan tolong dibuatkan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.