100 Lansia Warga Terdampak Bandara Kulonprogo Diajari Budi Daya Belut

Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I, Devi Suradji secara simbolis meresmikan pelatihan pada lansia di Helpdesk Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada Rabu (28/8/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
28 Agustus 2019 16:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Sebanyak 100 lansia, yang merupakan warga terdampak pembangunan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) mendapat pelatihan budi daya belut dan jamur tiram dari Angkasa Pura I.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I, Devi Suradji mengatakan pelatihan diberikan pada warga terdampak secara berkelanjutan. Tidak hanya pelatihan usaha saja, beberapa pelatihan seperti security, baggage towing, dan pelatihan bahasa Inggris sudah diberikan.

Khusus bagi lansia, pelatihan yang diberikan yaitu berupa pelatihan budi daya belut dalam tong dan jamur tiram. "Idenya dari pelatihan ini yang dihasilkan bukan sekadar menciptakan produk tapi juga memberi kesempatan mengisi hari tuanya. Bisa diisi program yang bagus. Belut dan jamur juga mudah dan bisa dikembangkan. Selain itu belut dan jamur ini potensial," ujar Devy pada Rabu (28/8/2019).

Ia mengatakan, setelah pelatihan diberikan, lansia tidak hanya dibiarkan begitu saja. "Kita terus dampingi. Diberikan juga cara mengemas dan pemasaran end to end produk untuk skala rumahan," tutur Devy.

Pelatihan diberikan pada lansia yang ada di sekitaran wilayah Bandara YIA dan merupakan warga terdampak. Menurut Devy, nantinya semua produk yang dihasilkan memungkinkan dipasarkan di bandara.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kulonprogo, Jumanto berharap, pelatihan tersebut akan bermanfaat bagi kesejahteraan lansia sebagai warga terdampak pembangunan bandara. Dengan sudah beroperasinya bandara, ia berharap masyarakat dapat memaksimalkan peluang usahanya sebaik mungkin.

Ia berharap, pihak Angkasa Pura I juga memberikan peluang yang besar bagi produk-produk UMKM Kulonprogo agar bisa berkembang. "Di Kulonprogo ada gerakan bela beli Kulonprogo. Itu yang harus digaungkan. Produk lokal harus diberdayakan," jelas Jumanto pada Rabu.

Salah satu lansia yang diberikan pelatihan oleh Angkasa Pura I, Ali Rohmat mengatakan setelah tanah garapannya terkena pembangunan bandara praktis ia menganggur dari bertani. "Baru kali ini dapat pelatihan dari Angkasa Pura I. Makanya ketika dapat pelatihan, bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin," ujarnya pada Rabu.

Ia berharap nantinya tidak hanya cara pengolahan saja yang diberikan pada lansia terdampak, tapi juga pemasaran ke depannya. "Harapannya nanti pemasarannya dibantu, ada kerjasama dari pihak yang beli. Dibina terus," ungkap Ali.