Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Kosong di Boyolali
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Salah seorang petugas dari ORI DIY melayani masyarakat di Posko Aduan ORI DIY di RSUD Jogja, Selasa (10/9). Posko ini digelar ORI DIY untuk menampung aduan dari masyarakat soal pelayanan publik, khususnya di RSUD Jogja./Rofik Syarif G.P
Harianjogja.com, JOGJA—Selama dua hari membuka posko aduan di RSUD Jogja, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) DIY menerima setidaknya tiga aduan dari masyarakat terkait dengan pelayanan di rumah sakit tersebut.
Asisten ORI DIY Muhammad Rifki mengatakan ketiga aduan dari masyarakat tersebut akan ditindaklanjuti dan diproses laiknya laporan yang masuk ke meja ORI DIY. Aduan itu, kata dia, akan dikomunikasikan pula dengan pengelola RSUD Jogja untuk dicarikan solusinya. “Kebanyakan masyarakat mengadu tentang pelayanan kesehatan di RSUD Jogja misalnya soal penanganan pasien. Untuk sementara pengaduan masyarakat masih seputar itu,” ucap dia di RSUD Jogja, Selasa (10/9/2019).
Tidak hanya itu, Rifki menambahkan ORI DIY juga akan menganalisis, khususnya jika aduan tersebut dinilai mendesak untuk segera diselesaikan. “Intinya kami siap mengawal aduan masyarakat itu,” ucap Rifki.
Dia menjelaskan tujuan dari dibentuknya posko ORI DIY adalah untuk menjaring laporan sekaligus menyosialisasi masyarakat soal keberadaan ORI DIY. Selain itu posko itu dibentuk juga dalam rangka Pekan Layanan Publik. “Ombudsman merupakan satu rangkaian dengan acara pekan layanan publik, salah satu kegiatannya bernama Penerimaan dan Verifikasi Laporan [PVL] on The Spot kami menjaring laporan langsung ke tempat-tempat penyelenggara pelayanan publik,” ujar Rifki.
Dia menjelaskan posko ORI DIY di RSUD Jogja hanya tersedia dua hari, yakni Senin-Selasa (9-10/9/2019). Selanjutnya posko ORI DIY akan didirikan di pusat pelayanan publik lainnya, seperti RSUP Dr. Sardjito pada Rabu-Kamis (11-12/9/2019); Kantor Imigrasi DIY pada Jumat (13/9/2019); serta di Malioboro Mall pada Sabtu (14/9/2019). “Di malam terakhir pekan layanan publik akan ada acara diskusi, hiburan, serta ada stan dari instansi-instansi pelayanan publik yang menampilkan produk layanannya. Acara puncak ini akan dimulai dari pukul tujuh sampai sembilan malam di Malioboro Mall.
Salah satu pasien di RSUD Jogja, Irene, menyambut positif adanya posko ORI DIY tersebut. Dengan adanya posko itu, dia jadi tahu bahwa ORI DIY tak hanya menyikapi laporan dari lembaga atau instansi, namun juga dari perorangan.
Dia berharap dengan adanya posko ORI DIY, masyarakat kian sadar bahwa pelayanan publik yang prima adalah hak mereka. “Jadi kami tak perlu takut jika pelayanan publik yang kami terima buruk,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.