Tiga Penerbangan di Jogja Ditutup karena Kabut Asap

Ilustrasi kabut asap - Antara/Jessica Helena Wuysang
16 September 2019 21:32 WIB Kusnul Isti Qomah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Tiga penerbangan tiga dari dan ke DIY terdampak kabut asap.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Agus Pandu Purnama mengungkapkan selama dua hari pada Minggu dan Senin (15-16/9/2019) ada tiga penerbangan yang ditutup di DIY.

“Ada tiga penerbangan yang closed karena kabut asap yang kondisinya sudah tidak aman untuk penerbangan di Kalimantan. Satu penerbangan di Bandara Internasional Adisutjipto [JOG] dan dua di Yogyakarta International Airport [YIA],” kata dia ketika dihubungi Harian Jogja, Senin (16/9/2019) malam.

Pandu menyebutkan satu penerbangan di Bandara Internasional Adisutjipto yang terpengaruh yakni dari maskapai Lion Air. Sementara, dua penerbangan di YIA yang terpengaruh adalah penerbangan dari maskapai Batik Air. “Penerbangan yang ditutup itu untuk rute ke Samarinda dan Palangkaraya,” ujar dia.

“Kalau seperti ini enggak bisa diprediksi. Yang bisa memonitor yang maskapai sendir. Kondisi ini enggak pasti, bisa saja hari ini ada kabut asap, tetapi besok klir.”

Sementara, Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), Batik Air (kode penerbangan ID) mengambil kebijakan seluruh operasional dari dan menuju Samarinda melalui Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Kalimantan Timur (AAP) akan dipindahkan (reroute) ke Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur (BPN).

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengungkapkan pengalihan seluruh jaringan penerbangan domestik dari dan menuju Samarinda dimulai Senin (16/ 9/2019) sampai pemberitahuan lebih lanjut. Perubahan rute bersifat sementara hingga kondisi cuaca di Samarinda membaik.

“Keputusan ini disebabkan cuaca buruk berupa fog atau smoke [kabut asap] yang terjadi. Keadaan tersebut mengakibatkan jarak pandang pendek dan tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan untuk proses lepas landas dan mendarat.”

Ia menyebutkan ada beberapa kota yang mengalami penyesuaian rute melalui bandar udara. Kota tersebut yakni Jakarta – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK); Jakarta – Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma (HLP); Yogyakarta – Bandar Udara Internasional Adisutjipto (JOG); Yogyakarta – Bandar Udara Internasional Yogyakarta, Kulonprogo (YIA); Surabaya – Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur (SUB); Denpasar – Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali (DPS); dan Berau – Bandar Udara Kalimarau, Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur (BEJ).