Bupati Gunungkidul Lantik 80 Pejabat, Tegaskan Tak Ada Lagi Titipan
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melantik 80 pejabat baru. Ia menegaskan pengisian jabatan berdasarkan kinerja dan meritokrasi.
Salah seorang warga Dusun Gatak I, Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari memilkul jeriken berisi air yang diambil dari bak penampungan di dusun setempat, belum lama ini./Harian jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, memastikan status darurat kekeringan belum ditetapkan dalam waktu dekat. Kepastian ini disampaikan berdasarkan hasir rapat koordinasi terkait dengan bencana kekeringan, Rabu (18/9/2019). “Masih aman sehingga belum ada peningkatan status,” kata Edy kepada wartawan, Rabu.
Dia menjelaskan di dalam rapat koordinasi selain dihadiri pemerintah kecamatan juga mengundang Paguyuban Pengelola Air Minum Masyarakat Yogyakarta (Pamaskarta) dan PDAM Tirta Handayani. Hasil koordinasi ini diketahui dana anggaran dropping di 10 kecamatan terdampak bencana kekeringan masih mencukupi hingga akhir September 2019. Khusus untuk Kecamatan Ponjong, Tepus dan Rongkop, anggaran yang dimiliki masih bisa bertahan hingga pertengahan Oktober. “Untuk tujuh kecamatan lain seperti Girisubo, Paliyan, Panggang, Purwosari, Tajungsari, Patuk, Gedangsari bisa bertahan hingga akhir September,” katanya.
Edy juga menyatakan anggaran di BPBD juga masih mencukupi. Pemkab juga tak khawatir karena berdasarkan rapat koordinasi dengan pihak swasta dipastikan masih ada bantuan yang masuk ke Gunungkidul. Diperkirakan bantuan ini dapat bertahan hingga 24 hari sehingga dropping air bisa terlaksana hingga akhir Oktober. “Skemanya dana kami cukup sampai September, kemudian ditambah bantuan dari swasta maka perkiraan bantuan sampai Oktober masih aman,” kata Edy.
Dikatakannya, dengan pelaksanaan penyaluran yang sampai akhir Oktober maka peningkatan status kekeringan belum menjadi skala prioritas. “Mudah-mudahan akhir Oktober sudah mulai hujan sehingga tidak ada status darurat,” katanya.
Sekretaris Daerah Gunungkidul, Drajad Ruswandono, mengatakan meski anggaran di BPBD sudah menipis dan tidak ada tambahan anggaran di APBD Perubahan 2019, hal tersebut bukan menjadi masalah. Pasalnya, ada banyak skema untuk menambah anggaran dropping tanpa harus mengakses belanja tak terduga melalui penetapan status darurat kekeringan.
Drajad menuturkan untuk tambahan anggaran bisa memanfaatkan hasil efisiensi dari kegiatan milik Pemkab. “Yang terpenting ada pertanggungjawaban. Untuk penggunaan dana efisiensi, paling utama yang melekat di BPBD, tapi kalau sudah habis bisa diambilkan dari instansi lain,” katanya.
Sekretaris Camat Girisubo, Arif Yahya, mengatakan jajarannya mengalokasikan bantuan dropping air di tahun ini sebanyak 600 tangki. Total hingga sekarang bantuan yang disalurkan mencapai 375 tangki sehingga dana untuk bantuan air bersih masih mencukupi. “Bantuan terus jalan. Selain dari kecamatan, bantuan ada yang diberikan melalui BPBD Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melantik 80 pejabat baru. Ia menegaskan pengisian jabatan berdasarkan kinerja dan meritokrasi.
Mobil 4x4 bekas mulai Rp50 jutaan masih tersedia. Simak pilihan Taft, Vitara, Jimny serta tips memeriksa mobil off-road sebelum membeli.
Tren sleep tourism berkembang di Jepang. Sejumlah hotel menawarkan paket tidur dengan teh, teknologi hingga perlengkapan yang dipersonalisasi.
Hasil drawing Liga Champions 2026/2027 menghadirkan duel Real Madrid vs Arsenal, Man City vs PSG dan Barcelona, serta jadwal fase liga.
Cara menyembunyikan isi pesan WhatsApp di notifikasi HP iPhone dan Android. Agar privasi tetap aman dan pesan pribadi tak terbaca orang lain. Simak langkah-lang
KPK menyita uang lebih dari Rp6 miliar seusai memeriksa tiga pejabat imigrasi dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA.