7 Orang Berebut Nyabup Gunungkidul lewat PDIP

ilustrasi. - dok
22 September 2019 06:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Gunungkidul telah menyelesaikan penjaringan bakal calon kepala daerah untuk Pilkada 2020. Ada tujuh bakal calon yang berniat untuk maju. Hal ini dibuktikan dengan pengembalian formulir pendaftaran penjaringan bakal calon.

Ketujuh bakal calon yang mendaftar ada yang berasal dari internal maupun luar partai. Internal PDIP, muncul nama Danang Ardianta dan Demas Kursiswanto. Sedangkan untuk lima pendaftar eksternal yakni Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) DIY, Bambang Wisnu Handoyo; mantan Kepala DPPKAD Gunungkidul, Supartono; RM Kukuh Hestrianingsih; Mayor Sunaryanto dan Kolonel Tugiman.

Ketua DPC PDIP Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan pihaknya sudah melakukan pleno terkait dengan hasil penjaringan bakal calon kepala daerah. Menurut dia, dari sejumlah tokoh yang mengambil formulir tidak semua mengembalikan karena hanya ada tujuh orang yang menyerahkan. “Sebenarnya ada lima orang lagi yang mengambil formulir, tapi tidak mengembalikan. Jadi, tujuh orang yang mengembalikan itu, kami nilai serius maju sebagai calon kepala daerah,” kata Endah kepada wartawan, Sabtu (21/9/2019).

Menurut dia, setelah proses penjaringan selesai dilakukan rencananya berkas pendaftaran akan diserahkan ke DPD PDIP DIY. “Kami hanya sebatas melakukan penjaringan. Nanti rencananya juga akan ada tes terhadap bakal calon yang dilakukan oleh DPP [Dewan Pimpinan Pusat] PDIP,” jelasnya.

Endah menuturkan, meski pendaftaran di tingkat DPC telah selesai, namun bagi calon yang ingin maju masih diberikan kesempatan. Hanya saja, pendaftaran dilakukan di DPD PDIP DIY. “Bola kami serahkan ke DPD dan nanti akan diserahkan ke DPP,” kata dia.

Ketua DPD Nasdem Gunungkidul, Suparjo, mengatakan pihaknya hingga saat ini belum membuka pendaftaran calon kepala daerah. Meski demikian, ia mengaku sudah melakukan komunikasi politik terhadap empat tokoh yang berpotensi maju sebagai calon bupati dan sepuluh tokoh untuk jadi calon wakil bupati. “Komunikasi akan terus dibangun,” kata Suparjo.

Menurut dia, di internal partai juga telah melakukan survei terkait dengan calon potensial yang akan diusung. “Jujur kami tidak sembarangan merekomendasikan karena calon yang diusung harus benar-benar dikehendaki oleh rakyat. Untuk bisa tahu itu maka harus melalui kajian ilmiah,” katanya.