99 Bakal Calon Ikuti Pilur Gunungkidul, 3 Kalurahan Seleksi Tambahan
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.
Sebuah rambu-rambu peringatan agar pengendara kendaraan untuk mengurangi kecepatan dipasang di dekat proyek pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Desa Nglindur, Kecamatan Girisubo, belum lama ini. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Titik awal pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang menghubungkan Desa Girijati di Kecamatan Purwosari dengan Desa Girimulyo di Kecamatan Panggang bakal didesain ulang. Selain lebar jalan yang masih sempit, desain ulang dilakukan karena kondisi geografis yang naik turun dan banyak tikungan sehingga dapat membahayakan pengendara.
Kepala Seksi Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana, mengatakan titik awal pembangunan JJLS di Gunungkidul dimulai dengan pembangunan jalan yang menghubungkan Desa Girimulyo dengan Girijati. Jalur penghubung ini berada di wilayah perbatasan dan pembangunanya telah selesai terlebih dahulu.
Meski di ruas ini JJLS telah terbangun, keberadaannya bukan tanpa masalah. Hal ini tidak lepas dari kondisi geografis yang naik turun dan dengan tikungan tajam sehingga sulit dilalui kendaraan besar. Menurut Wadiyana, Pemda DIY telah mengusulkan agar di titik awal ini dilakukan normalisasi dan pendesainan ulang. “Informasinya sudah diusulkan, tapi kami tidak tahu karena kewenangan bukan berada di Pemkab Gunungkidul,” kata Wadiyana, Sabtu (28/9/2019).
Dia menjelaskan Pemkab mendukung penuh upaya normalisasi JJLS yang berbatasan dengan Kabupaten Bantul. “Nantinya akan terhubung dengan jembatan Kelok 18 yang menghubungkan Gunungkidul dan Bantul. Jadi, normalisasi itu perlu sehingga akses jadi semakin lebih mudah,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Eddy Praptono. Menurut dia redesain dan normalisasi dibutuhkan tak hanya karena kondisi geografis yang ekstrem. Saat ini titik JJLS antara Girimulyo dan Legundi masih sempit karena lebarnya baru berkisar 17 meter hingga 18 meter.
Kondisi ini jelas berbeda dengan program JJLS yang dibangun saat ini yang lebarnya mencapai 30 meter hingga 40 meter. Menurut dia dengan perbedaan ruas antara yang lama dengan baru, maka harus dilakukan redesain sehingga lebar jalan bisa sepadan. “Ya tujuannya biar sama. Mosok ada yang jalannya lebar banget, tapi memasuki Desa Girimulyo menuju Girijati jalannya menyempit,” kata Eddy.
Menurut Eddy Praptono tahun ini ada dua titik pembangunan JJLS di Gunungkidul. Titik pertama pembangunan menghubungkan Jerukwudel-Baran, Karangduwet sepanjang 10,6 kilometer. Anggaran pembangunan di ruas ini mencapai Rp282,4 miliar, sedangkan ruas kedua pembangunan dilaksanakan di titik Legundi sampai Planjan sepanjang 4,7 kilometer. Adapun pembangunan ruas ini menelan biaya sekitar Rp96,09 miliar. “Saat ini masih dalam proses pengerjaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro ditangkap KPK dalam OTT pada Selasa malam. Simak profil, perjalanan karier, serta laporan harta kekayaannya yang mencapai Rp21,
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
KPK menangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam OTT ke-18 sepanjang 2026. Penyidik masih mendalami kasus dan memiliki waktu 24 jam menentukan status pihak
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.