Gus Palsu Tipu Warga Boyolali Rp105,3 Juta, Uang Dipakai Judi Online
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Ilustrasi PMPS Sekaten./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA- Pasar malam perayaan sekaten (PMPS) Jogja tahun ini dipastikan tak digelar.
Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat memastikan Hajad Dalem Sekaten 2019 tidak akan diramaikan dengan kegiatan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) yang biasanya berlangsung di Alun-alun Utara, Kota Yogyakarta.
"Itu memang dawuh (perintah) Dalem (Sultan HB X) sebenernya," kata Salah satu menantu Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro di Bale Raos, Kompleks Keraton Yogyakarta, Kamis (3/10/2019).
Menurut Notonegoro, Sultan HB X yang merupakan Raja Kraton Yogyakarta sempat mengatakan bahwa apabila PSMS selalu digelar setiap tahun, maka kondisi Alun-alun Utara tidak akan pernah bagus.
"Karena setiap kali habis dipakai pasar malam Alun-alun itu pasti kondisinya sudah tidak karu-karuan. Rumputnya habis kotor dan sebagianya," kata Notonegoro yang merupakan suami GKR Hayu ini.
Selain melindungi kondisi Alun-alun Utara, menurut dia, peniadaan PSMS untuk tahun ini juga dimaksudkan untuk mengembalikan makna dan sejarah Sekaten yang telah berlangsung ratusan tahun dengan pusat kegiatan di Masjid Gedhe Kauman.
PSMS, kata dia, pada dasarnya memang bukan bagian dari rangkaian kegiatan upacara Sekaten yang digelar setiap tahun.
Notonegoro mengatakan berdasarkan sejarahnya, Sekaten yang berasal dari bahasa arab "Syahadatain" (dua syahadat) memang ditujukan untuk kegiatan syiar. Dalam Sekaten juga disisipkan semangat perjuangan melawan penjajah Belanda.
"Dulu itu ceritanya Belanda yang mengadakan pasar malam gitu untuk memecah perhatian rakyat supaya tidak terlalau ke sana (Sekaten). Setelah lama tidak ada baru sekitar 30 tahun lalu diadakan lagi pasar malam sekaten," kata Notonegoro yang juga Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Kridhamardawa Keraton Ngayogyakarta ini.
Sementara itu, Putri Sultan HB X, GKR Bendara menilai peniadaan PSMS itu relevan mengingat saat ini mulai banyak yang melupakan keaslian dari upacara Sekaten. "Intinya kita mengembalikan semangat Sekaten dan makna dari Sekaten itu sendiri," kata Bendara.
Tradisi Sekaten setiap tahun diawali dengan prosesi "Miyos Gangsa", "Kondur Gangsa", dan puncaknya adalah Garebeg Mulud. Ketiga prosesi itu pada tahun ini akan digelar tanggal 1,9 dan 10 November 2019. Di sela kegiatah itu, tahun ini Keraton Yogyakara juga akan menggelar pameran budaya pada 1-9 November yang ditujukan untuk memperkuat akar tradisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 15 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal tiap stasiun di sini.
Pengalaman tumbuh dalam keluarga ekonomi terbatas dapat membentuk kebiasaan finansial hingga dewasa. Simak 8 kebiasaan yang sering terbawa.
KOTAK resmi menjadi band independen setelah 18 tahun bersama label rekaman. Single YOLO menjadi simbol kebebasan kreatif dan era baru mereka.
AC mobil kurang dingin atau bau? Simak 7 cara merawat AC mobil agar tetap sejuk, awet, dan nyaman digunakan setiap har