FAD DIY Siapkan Suara Anak Daerah 2026
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Ilustrasi PMPS Sekaten./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA- Pasar malam perayaan sekaten (PMPS) Jogja tahun ini dipastikan tak digelar.
Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat memastikan Hajad Dalem Sekaten 2019 tidak akan diramaikan dengan kegiatan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) yang biasanya berlangsung di Alun-alun Utara, Kota Yogyakarta.
"Itu memang dawuh (perintah) Dalem (Sultan HB X) sebenernya," kata Salah satu menantu Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro di Bale Raos, Kompleks Keraton Yogyakarta, Kamis (3/10/2019).
Menurut Notonegoro, Sultan HB X yang merupakan Raja Kraton Yogyakarta sempat mengatakan bahwa apabila PSMS selalu digelar setiap tahun, maka kondisi Alun-alun Utara tidak akan pernah bagus.
"Karena setiap kali habis dipakai pasar malam Alun-alun itu pasti kondisinya sudah tidak karu-karuan. Rumputnya habis kotor dan sebagianya," kata Notonegoro yang merupakan suami GKR Hayu ini.
Selain melindungi kondisi Alun-alun Utara, menurut dia, peniadaan PSMS untuk tahun ini juga dimaksudkan untuk mengembalikan makna dan sejarah Sekaten yang telah berlangsung ratusan tahun dengan pusat kegiatan di Masjid Gedhe Kauman.
PSMS, kata dia, pada dasarnya memang bukan bagian dari rangkaian kegiatan upacara Sekaten yang digelar setiap tahun.
Notonegoro mengatakan berdasarkan sejarahnya, Sekaten yang berasal dari bahasa arab "Syahadatain" (dua syahadat) memang ditujukan untuk kegiatan syiar. Dalam Sekaten juga disisipkan semangat perjuangan melawan penjajah Belanda.
"Dulu itu ceritanya Belanda yang mengadakan pasar malam gitu untuk memecah perhatian rakyat supaya tidak terlalau ke sana (Sekaten). Setelah lama tidak ada baru sekitar 30 tahun lalu diadakan lagi pasar malam sekaten," kata Notonegoro yang juga Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Kridhamardawa Keraton Ngayogyakarta ini.
Sementara itu, Putri Sultan HB X, GKR Bendara menilai peniadaan PSMS itu relevan mengingat saat ini mulai banyak yang melupakan keaslian dari upacara Sekaten. "Intinya kita mengembalikan semangat Sekaten dan makna dari Sekaten itu sendiri," kata Bendara.
Tradisi Sekaten setiap tahun diawali dengan prosesi "Miyos Gangsa", "Kondur Gangsa", dan puncaknya adalah Garebeg Mulud. Ketiga prosesi itu pada tahun ini akan digelar tanggal 1,9 dan 10 November 2019. Di sela kegiatah itu, tahun ini Keraton Yogyakara juga akan menggelar pameran budaya pada 1-9 November yang ditujukan untuk memperkuat akar tradisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.