SEKATEN JOGJA : Berburu Blangkon di Pasar Malam Sekaten

Pengunjung sedang melihat-lihat produk UMKM Kecamatan Mantrijeron di PMPS, Alun-alun utara, Rabu (9/12/2015). (Sekar Lagnit Nariswari/JIBI - Harian Jogja)
17 Desember 2015 19:20 WIB Sekar Langit Nariswari Jogja Share :

Sekaten Jogja menyajikan berbagai produk UMKM dari Jogja, salah satunya blangkon

Harianjogja.com, JOGJA- Aturan baru dari pemerintah untungkan pengrajin UMKM Wirobrajan di Sekaten.

Produk blangkon dan surjan jadi barang paling banyak dibeli di stan UMKM Kecamatan Wirobrajan di Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS), Alun-alun Utara (altar), Jogja.

“Karena ada aturan bagi pegawai dan anak sekolah pakai blangkon tiap kamis pahing jadinya sekarang laku keras,” ujar Dewi Purwanti, penjaga stan, kepada Harian Jogja, Senin, (14/12/2015).

Ia juga menguraikan jika umumnya pembelian produk tersebut adalah kalangan pria dewasa.

Blangkon dan surjan yang disediakan di stan ini sendiri terdiri dari berbagai kualitas dengan harga yang disesuaikan. Harga tutup kepala khas Jawa tersebut berkisar dari Rp35.000 hingga Rp100.000.

Harga tersebut menyesuaikan dengan tingkat kehalusan yang dipakai pada produk tersebut. Sedangkan untuk model dan motifnya sendiri kurang juga beragam. Selama pelaksaan PMPS, jenis blangkon yang paling laku adalah blangkon dengan harga Rp35.000.

“Mungkin karena yang paling murah, makanya paling banyak dibeli,”ujar Dewi.

UMKM yang terdiri dari 5 pengrajin ini memproduksi berbagai kerajinan seperti produk olahan kulit, dompet rajut, dan kebaya. Tas rajut juga merupakan salah satu produk yang diminati meski jumlah peminatnya lebih sedikit daripada peminat surjan ataupun blangkon.

UMKM ini sendiri merupakan kelompok wirausaha binaan Dinas Perindustriaan, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Jogja yang rutin mengikuti berbagai pameran di acara-acara pemerintah.

Namun, karena keterbatasan SDM, kelompok ini masih jarang membuka stan di pameran-pameran yang diadakan di hotel ataupun pusat perbelanjaan modern.