Baru Dua Desa yang Punya Motor Pemadam Kebakaran

Petugas pemadam kebakaran dibantu anggota SAR, Polisi dan TNI dan sukarelawan berupaya terus memadamkan api pada kebakaran yang terjadi pada gudang Hotel Abadi di kampung Sosrowijayan Kulon, Sosromenduran, Gedong Tengen, Jogja, Rabu (02/09/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
13 Oktober 2019 04:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Pemerintah desa di Kabupaten Sleman masih mengadakan alat pemadam kebakaran secara swadaya melalui dana desa dalam mengantisipasi insiden kebakaran.

Kepala Seksi Operasional dan Investigasi Kebakaran Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Sleman Suwandi mengatakan dari 86 desa, sampai saat ini baru dua desa yakni Tamanmartani Kalasan dan Caturtunggal Depok yang memiliki sarana berupa motor pemadam kebakaran.

"Sampai sekarang untuk pemberian sarana prasarana seperti alat pemadam api ringan [apar], Pemkab Sleman belum dapat merealisasikan," ujar Suwandi, Jumat (11/10/2019).

Suwandi mengatakan, motor pemadam yang dimiliki desa memadai untuk digunakan di kawasan padat penduduk yang ukuran jalannya sempit. Motor pemadam kebakaran ini dilengkapi fasilitas tandon air kapasitas 500-1.000 liter, pompa, dan selang.

Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Sleman telah berupaya memberikan sosialisasi hingga ke tingkat desa dengan melibatkan dukuh, ketua RW, dan ketua RT. "Kami juga menyebar leaflet dan stiker ke kecamatan dan desa agar masyarakat tahu keberadaan damkar," ungkapnya.

Inspektur Pemadam Kebakaran Satpol PP Sleman Heru Sapto Priyono mengatakan selama ini desa membeli alat pemadam kebakaran sendiri. "Kami membantu memberikan pelatihan," imbuhnya.

Selain motor pemadam, sarana lain yang dapat digunakan untuk lingkungan pemukiman adalah hidran kering. Hidran kering sudah dipasang di beberapa titik.

"Namun fasilitas hidran kering ini bukan diadakan oleh Bidang Pemadam Kebakaran melainkan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman [DPUPKP] Sleman," tutupnya.