PPP Kukuhkan DPC dan PAC Se-DIY, Siapkan Regenerasi Jelang Pemilu 2029
PPP mengukuhkan pengurus DPC dan PAC se-DIY untuk memperkuat konsolidasi dan regenerasi menjelang Pemilu 2029.
Mahasiswa Unisma berdiskusi dengan dipandu Redaktur Pelaksana Harian Jogja, Nugroho Nurcahyo di Ruang Rapat Harian Jogja, Jumat (25/10/2019). /Harian Jogja-Desi Suryanto.
Harianjogja.com, JOGJA—Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (Unisma) mengunjungi Griya Harian Jogja, di Jalan AM. Sangaji, Jetis Kota Jogja, Jumat (25/10/2019) sore. Kunjungan itu dimanfaatkan para mahasiswa untuk belajar tentang proses prooduksi koran yang menyajikan banyak berita.
Dalam kunjungan itu mahasiswa melakukan diskusi tentang jurnalistik di Ruang Rapat Harian Jogja yang dipandu oleh Redaktur Pelaksana, Nugroho Nurcahyo. Sejumlah materi yang ditanyakan mahasiswa seperti proses kerja redaksi mulai dari perencanaan, mengumpulkan data hingga terkait perkembangan dan tantangan media di era digital. Nugroho Nurcahyo pun memberikan banyak informasi terkait perkembangan Harian Jogja di era saat ini, seperti keberadaan divisi khusus yang menangani konten digital.
“Kami ada rapat perencanaan untuk merencanakan berita yang akan ditulis, kemudian rapat redaksi sore pukul 15.00 WIB untuk menentukan berita apa saja yang dimuat, di halaman satu atau halaman dalam. Tetapi hasil rapat ini bisa berubah sewaktu-waktu jika ada kejadian yang memiliki nilai berita tinggi sebelum naik cetak,” kata Nugroho Nurcaho dalam diskusi tersebut.
Setelah diskusi, mahasiswa kemudian diajak ke ruang redaksi dan produksi tempat redaktur serta layouter bekerja. Di ruangan ini mahasiswa mendapatkan penjelasan terkait cara kerja editing, tak terkecuali proses mengedit foto.
“Sebelum saya unggah, lebih dahulu saya pilih foto yang menurut saya paling bagus dengan jumlah lebih dari satu biar nanti editor punya banyak pilihan foto untuk dipakai di cetak,” kata Fotografer Harian Jogja, Desi Suryanto memberikan penjelasan kepada mahasiswa Unisma.
Fotografer Harian Jogja, Desi Suryanto memberikan penjelasan kepada mahasiswa Unisma tentang editing foto dalam kunjungan di Ruang Redaksi Harian Jogja, Jumat (25/10/2019). /Harian Jogja-Sunartono.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisma Agus Salim menjelaskan kedatangannya ke Harian Jogja agar para mahasiswanya mengetahui secara langsung proses produksi koran sebelum disuguhkan kepada masyarakat. Sehingga mahasiswanya mendapatkan informasi dari pelaku produksi media secara langsung. Dari hasil diskusi dan pemantauannya di redaksi, menurutnya Harian Jogja memiliki kekhasan dari berita yang disajikan.
“Kalau kami melihat Harian Jogja ada ciri khas tersendiri, seperti halaman ekonomi dan bisnisnya lebih banyak, menurut saya ini menarik, sejalan juga dengan fakultas kami,” katanya seusai meninjau ruang redaksi.
Mahasiswa Unisma berfoto bersama di depan Gedung Pemasaran Harian Jogja, Jalan AM Sangaji, Jetis, Kota Jogja. /Harian Jogja-Sunartono.
Oleh karena itu, lanjut, Agus, pihaknya juga berupaya menggali lebih detail tak hanya proses pembuatan berita namun juga sedikit terkait dengan pemasaran. Apalagi saat ini, media massa tidak hanya bersaing dengan antarmedia massa, namun juga harus berhadapan dengan media sosial yang informasinya sangat deras di era digital saat ini.
“Ternyata ada sesuatu yang beda di Harian Jogja ini, ada inovasi yang dilakukan di tengah tantangan era saat ini,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PPP mengukuhkan pengurus DPC dan PAC se-DIY untuk memperkuat konsolidasi dan regenerasi menjelang Pemilu 2029.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Senin 29 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini.
Kemenkop menjelaskan alasan manajer Kopdes Merah Putih tak selalu ditempatkan sesuai domisili dan mekanisme penempatannya.
Kejurda Esports DIY 2026 diikuti 209 atlet dan menjadi ajang penjaringan bibit untuk Porda 2027 serta PON 2028.