Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Dinas Kesehatan Gunungkidul menggelar Jambore Kesehatan di Balai Desa Kepek, Wonosari, Sabtu (2/11/2019).
Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Kesehatan Gunungkidul menggelar Jambore Kesehatan di Balai Desa Kepek, Wonosari, Sabtu (2/11/2019). Selain memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-55, acara ini juga untuk mempertemukan para kader kesehatan di seluruh puskesmas Gunungkidul.
Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka mengatakan Jambore Kesehatan merupakan agenda rutin tahunan. Para kader diharapkan bisa lebih termotivasi dalam melaksanakan kegiatan kesehatan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas dan unggul. “Acara ini juga sebagai rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional,” kata Priyanta kepada Harian Jogja, Sabtu.
Menurut dia, di dalam jambore tidak hanya mempertemukan para kader, tetapi juga ada sosialisasi tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Priyanta menuturkan kampanye Germas sangat dibutuhkan karena sebagai salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat.
“Kami menginginkan agar pesan kesehatan tidak hanya sekadar ceramah tanya jawab, tapi harus ada aksi nyata sehingga pesan yang dibawa bisa langsung tersampaikan,” katanya.
Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Purwo Yunianto mengatakan Jambore Kesehatan berjalan meriah. Total ada 180 kader dari 30 puskesmas yang ikut dalam acara tersebut. “Semua berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir jambore,” kata Purwo.
Jambore Kesehatan ini juga dimeriahkan lomba cerdas tangkas kader, senam perenggangan hingga penyuluhan tentang gerakan kesehatan. “Agar lebih meriah kami juga memberikan hadiah kepada para peserta jambore,” tutur Purwo.
Menurutnya, keberadaan kader kesehatan memiliki peran penting dalam upaya menyosialiasikan gerakan hidup sehat. Untuk itu, jambore ini juga sebagai upaya memberikan motivasi kepada para peserta agar lebih bersemangat dalam mengampanyekan kesehatan. “Para kader menjadi motor penggerak utama. Jadi harapannya dengan kegiatan ini para kader bisa lebih bersemangat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan di Malioboro, Tugu, dan Ringroad Utara Sleman. Simak rute lengkap aksi damai driver online.
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 dibuka di Manding, Gilangharjo, dan Wukirsari. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.