Krisis Air Bersih Mengancam, Gunungkidul Petakan Sumber Air Baru
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Dinas Kesehatan Gunungkidul menggelar Jambore Kesehatan di Balai Desa Kepek, Wonosari, Sabtu (2/11/2019).
Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Kesehatan Gunungkidul menggelar Jambore Kesehatan di Balai Desa Kepek, Wonosari, Sabtu (2/11/2019). Selain memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-55, acara ini juga untuk mempertemukan para kader kesehatan di seluruh puskesmas Gunungkidul.
Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka mengatakan Jambore Kesehatan merupakan agenda rutin tahunan. Para kader diharapkan bisa lebih termotivasi dalam melaksanakan kegiatan kesehatan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas dan unggul. “Acara ini juga sebagai rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional,” kata Priyanta kepada Harian Jogja, Sabtu.
Menurut dia, di dalam jambore tidak hanya mempertemukan para kader, tetapi juga ada sosialisasi tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Priyanta menuturkan kampanye Germas sangat dibutuhkan karena sebagai salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat.
“Kami menginginkan agar pesan kesehatan tidak hanya sekadar ceramah tanya jawab, tapi harus ada aksi nyata sehingga pesan yang dibawa bisa langsung tersampaikan,” katanya.
Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Purwo Yunianto mengatakan Jambore Kesehatan berjalan meriah. Total ada 180 kader dari 30 puskesmas yang ikut dalam acara tersebut. “Semua berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir jambore,” kata Purwo.
Jambore Kesehatan ini juga dimeriahkan lomba cerdas tangkas kader, senam perenggangan hingga penyuluhan tentang gerakan kesehatan. “Agar lebih meriah kami juga memberikan hadiah kepada para peserta jambore,” tutur Purwo.
Menurutnya, keberadaan kader kesehatan memiliki peran penting dalam upaya menyosialiasikan gerakan hidup sehat. Untuk itu, jambore ini juga sebagai upaya memberikan motivasi kepada para peserta agar lebih bersemangat dalam mengampanyekan kesehatan. “Para kader menjadi motor penggerak utama. Jadi harapannya dengan kegiatan ini para kader bisa lebih bersemangat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Pemkab Kulonprogo menargetkan pengadaan tanah kas pengganti Kalurahan Palihan rampung Oktober 2026 setelah tim dibentuk dan audit selesai.
Hari Jadi ke-222 Klaten diperingati 28 Juli. Bupati terdahulu menyampaikan doa dan harapan agar Klaten semakin maju dan sejahtera.
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.