Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Penjaga sekolah SD Negeri Gedangklutuk, Sugiyono saat menunjukan atap ruang kelas V yang nyaris ambruk karena kayu mengalami pengeroposan, Rabu (6/11/2019). /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Siswa kelas V, SD Negeri Gedangklutuk, Desa Kanigoro, Saptosari terpaksa pindah ke ruang lain untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Pasalnya, ruangan itu sejak sembilan bulan lalu mengalami kerusakan dan belum diperbaiki hingga sekarang.
Penjaga Sekolah SD Negeri Gedangklutuk, Sugiyono mengatakan, pihaknya sudah melaporkan terkait dengan kerusakan di ruangan kelas V. Meski demikian, belum ada kabar kapan kerusakan akan diperbaiki. “Sudah dilaporkan dan sudah juga disurvei, tapi untuk kepastian pembangunan belum diketahui,” katanya saat ditemui di area sekolah, Rabu (6/11/2019).
Sugiyono menjelaskan, kerusakan ruangan kelas ini terjadi karenanya adanya kayu pada atap yang keropos. Agar tidak ambruk, pihak sekolah terpaksa memasang tiang penyangga yang terbuat dari bambu sebanyak empat tiang. “Ya kalau tidak disangga pasti atap akan ambruk karena rangkaian kayu sudah keropos,” ungkapnya.
Menurut dia, kerusakan tidak hanya di ruang kelas V karena di ruang lain juga ada. Hanya, saja kerusakan tidak begitu parah karena tulang atap ruangan melengkung. “Masih bisa digunakan karena yang benar-benar dikosongkan hanya di kelas V,” katanya.
Sugiyono pun berharap agar kerusakan bisa diperbaiki. Pasalnya, saat musim hujan diperkirakan kerusakan bisa lebih parah. “Ya kalau diperbaiki karena kelas jadi satu rangkaian. Sebab satu gedung digunakan untuk empat kelas,” tuturnya.
Ditambahkannya, meski ada ruang kelas yang rusak, masih bisa diatasi karena ada ruang kelas lain yang kosong sehingga tidak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar. “Total murid di sekolah ini ada 186 anak,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rasyid saat dimintai konfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi terkait dengan kerusakan ruang kelas di SD Negeri Gedangklutuk. Meski demikian, untuk perbaikan belum bisa dilakukan tahun ini karena baru dilaksanakan di 2020. “Ada ketidaksinkronan di laporan data pokok pendidikan. Jadi dilaporan masih baik, tapi saat dicek ternyata rusak,” katanya.
Menurut Bahron, untuk keamanan proses belajar mengajar sudah memerintahkan agar ruangan tidak digunakan. “Ya kalau memang membahayakan jangan digunakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
America.gov jadi chatbot AI pemerintah AS untuk mencari informasi federal. Simak fitur, Gemini-Grok, rencana layanan dan privasinya.
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian. Antam 1 gram tercatat Rp2,634 juta, Galeri24 Rp2,527 juta dan UBS Rp2,552 juta.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.