Cara Dosen Manfaatkan AI untuk Publikasi Ilmiah Berkualitas dan Etis
Pelatihan AI untuk dosen digelar guna meningkatkan kualitas publikasi ilmiah sekaligus menjaga etika akademik di perguruan tinggi.
Guru Besar ilmu lingkungan IST Akprind Yogyakarta Profesor Sudarsono. /Ist Akprind.
Harianjogja.com, JOGJA—Komposit serat alam berupa rami dan sengon laut menjadi bahan yang sangat efektif untuk pembuatan sudu kincir angin dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Upaya menghasilkan energi melalui Sistem Konversi Energi Angin (SKEA) ini bisa mengurangi efek gas rumah kaca.
Seorang dosen Institut Sains Teknologi (IST) Akprind Yogyakarta, Profesor Sudarsono berhasil meraih gelar tertinggi akademik, berupa guru besar setelah banyak melakukan penelitian ilmiah terkait energi terbarukan. Temuan komposit alam seperti rami yang merupakan tumbuhan semak serta sengon laut sebagai bahan sudu kincir angin ini menjadi salah satu kajiannya. Sudarsono telah dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu lingkungan pada 31 Oktober 2019 di Kampus IST Akprind Yogyakarta.
“Peningkatan konsumsi energi primer akan berdampak terhadap penyediaan energi dan emisi gas rumah kaca. Jika keadaan ini tidak segera diatasi maka emisi gas rumah kaca semakin meningkat. Salah satu upaya dalam mitigasi gas rumah kaca adalah pembangunan pembangkit listrik rendah karbon dengan sistem konversi energi baru terbarukan,” terangnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (7/11/2019).
Ia menambahkan, sesuai Perpres No22/2017, pemerintah telah menyusun rencana umum energi nasional dengan program pelaksanaan pemasangan turbin skala besar dan skala kecil untuk memperluas akses ke area terpencil, wilayah perbatasan dan pulau pulau kecil. Pada 2019, SKEA (Sistem Konversi Energi Angin) kapasitas 75 MW telah dipasang di Sidrap (Sidenreng Rappang), Sulawesi Selatan. Namun, dari keseluruhan potensi energi angin di Indonesia, baru sekitar 1,035 GW atau 1,7% yang telah dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.
Menurut dia, kecilnya kapasitas SKEA dan lambatnya penyebaran disebabkan karena komponen SKEA yang masih impor dan efisiensi konversi energi yang rendah. Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan pemanfaatan energi angin ini menggunakan sumber alam lokal yang ada di Indonesia untuk pembuatan komponen SKEA, salah satunya adalah sudu kincir angin dengan bahan komposit serat alam. Pemanfaatan serat alam lokal seperti komposit serat rami dan kayu sengon laut bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan sudu kincir angin.
“Dari kajian yang kami lakukan, komposit dibuat memiliki kekuatan dan kekakuan yang tinggi, densitas [kerapatan] rendah, tahan korosi, kekuatan lelah tinggi, dan mudah dibentuk. Sifat yang dimiliki oleh bahan komposit tersebut memiliki keunggulan sehingga cocok digunakan sebagai bahan baku pembuatan sudu kincir angin, khususnya untuk pemasangan di pesisir pantai,” kata alumnus Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ini.
Ia menambahkan, energi angin merupakan energi yang berkelanjutan karena tersedia di alam dalam waktu yang panjang sehingga tidak perlu khawatir akan kehabisan. SKEA mempunyai keuntungan sebagai energi alternatif yang bisa menggantikan bahan bakar fosil, merupakan sumber energi yang ramah lingkungan, bebas polusi, serta tidak menghasilkan gas rumah kaca dan tidak menghasilkan limbah beracun.
“Energi baru terbarukan merupakan bagian yang sangat penting dalam pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca secara nasional dan global dalam penurunan emisi. Ini selaras dengan tiga pilar penting upaya penurunan emisi, yaitu pengalihan subsidi BBM ke sektor produktif, penggunaan sumber energi terbarukan hingga 23 persen pada tahun 2025 dan pengolahan sampah menjadi sumber energy,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatihan AI untuk dosen digelar guna meningkatkan kualitas publikasi ilmiah sekaligus menjaga etika akademik di perguruan tinggi.
23 Juni diperingati sebagai Hari Olimpiade Internasional, Hari Janda Internasional, dan Hari Perempuan di Bidang Teknik. Ini sejarah dan maknanya.
Prancis tekuk Irak 3-0 di Piala Dunia 2026 setelah laga sempat tertunda dua jam akibat badai petir di Philadelphia.
Chapter Jogja 2026 memasuki hari terakhir. Selain itu, ARTJOG 2026 dan Pasar Kangen menjadi pilihan aktivitas menarik di Jogja pada Selasa, 23 Juni 2026.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling pada Selasa 23 Juni 2026 untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.