KPK Tahan 7 Tersangka Korupsi Proyek Jalan di Sumut
KPK menahan tujuh tersangka dugaan korupsi proyek jalan di Sumut periode 2023–2025. Komitmen fee diduga mencapai 4% untuk pejabat tertentu.
Tim Pusat Labotorium Forensik mengidentifikasi rumah peninggalan mertua Bupati Bantul, Suharsono, Senin (18/11/2019)./Istimewa Polres Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Rumah peninggalan mertua Bupati Bantul Suharsono di Gadingharjo, Donotirto, Kretek, Bantul, menjadi sasaran peledakan pada Minggu (17/11/2019).
Andri Kusworo, kerabat Bupati yang menempati rumah tersebut sedang tiduran di sofa ruang tamu sebelum ledakan terjadi. “Kejadiannya sekitar jam dua lebih 40 menit [14:30 WIB] waktu saya tiduran di sofa, sebelumnya saya tidak menemukan kejadian yang mencurigakan sama sekali,” katanya ketika ditemui pada Senin (18/11/2019).
“Jam dua pas itu saya cuci tangan dan setelahnya saya tiduran di ruang tamu, terus saya dikagetkan dengan suara ledakan yang sumber di depan rumah, itu keras sekali suaranya sampai sofa saya ikut bergeser kena getarannya,” jelas Andri.
Andri yang kaget seketika terbangun. Ia langsung melihat kaca jendela samping rumahnya pecah. Bahkan, pecahan kaca masuk sampai ke ruang tamu, beserta cor-coran semen, dan satu batu kerikil. Saat itu, gorden jendela rumah tertutup, sehingga pecahan kaca dan batu yang masuk kedalam ruang tamu tak sampai melukai wajah Andri.
“Setelah ledakan itu, saya lihat ada asap tipis. Seperti ada bau mesiu,” kata dia.
Andri mengaku sangat khawatir dan takut. Ia menghubungi segenap kenalan. Ketika keluar rumah dan mengecek langsung titik ledakan, ia menemukan pagar pembatas jalan rusak. Pot tanaman pecah, daun daun pohon nangka rontok kena ledakan. Andri juga mengaku menemukan dua kresek berwarna ungu dan hitam.
“Dua kresek itu kondisinya sudah tercabik-cabik. Dugaan saya, ledakan itu kena pohon dulu, terus mantul ke kaca,” kata dia.
Senin siang, Tim Pusat Labotorium Forensik yang berangkat dari Semarang langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Kasatreskrim Polres Bantul AKP Riko Sanjaya menjelaskan Puslabfor menemukan daya ledak benda tersebut terhitung rendah.
“Sumber ledakan itu belum masuk jenis bom atau ledakan yang besar dan juga ada beberapa serpihan bambu dari sumber ledakan jadi bukan bom, tetapi semacam petasan bambu,” katanya ketika dihubungi Harian Jogja.
Puslabfor juga menemukan material semen yang digunakan untuk menutup bagian atas bambu. “Jadi bahan peledaknya itu dimasukan bambu lalu ditutup dengan semen, jadi kesimpulan awal identifikasi adalah itu petasan bambu,” katanya.
Polres Bantul akan mendalami lagi motif-motif pelaku yang saat ini belum diketahui.
“Kami dalami dulu dari Mas Andri, apakah ada masalah dengan orang lain sebelum peladakan. Soalnya waktu sebelum peledakan Mas Andri tidak melihat orang sama sekali,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menahan tujuh tersangka dugaan korupsi proyek jalan di Sumut periode 2023–2025. Komitmen fee diduga mencapai 4% untuk pejabat tertentu.
DPRD Sleman mendorong Karang Taruna menghadirkan program berkelanjutan untuk menangani persoalan sosial, mengembangkan pemuda, dan meningkatkan kesejahteraan wa
Kericuhan pecah di Malioboro usai demo pada Rabu petang. Massa dan polisi saling melempar benda, sementara wisatawan diimbau menghindar.
Omzet IKM Kota Jogja mencapai Rp4.018 triliun dan menyerap 40.905 tenaga kerja. Pelaku usaha masih menghadapi kendala bahan baku, modal, dan pasar.
Wabup Kulon Progo Ambar Purwoko mendorong siswa Sekolah Rakyat di Lendah tekun belajar, percaya diri, dan berani menjadi pemimpin.
Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta tetap digelar pada 31 Oktober dan 3 November 2026 dengan pesan kemanusiaan.