Cari Sumber Air, Pemkab Petakan Alur Sungai Bawah Tanah

Ilustrasi. - Reuters/Mike Hutchings
24 November 2019 21:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) bakal memetakan alur sungai bawah tanah di Bumi Handayani. Diharapkan dengan pemetaan ini menjadi salah satu upaya mengatasi krisis air yang terjadi saat kemarau.

Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul, Drajad Ruswandono, mengatakan untuk mengatasi kekeringan saat kemarau Pemkab tidak ingin terus-terusan bergantung dengan dropping dan bantuan pihak swasta. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan ini Pemkab bersama dengan BBWSSO bakal memetakan aliran sungai bawah tanah.

Menurut dia untuk saat ini sudah ada kajian berkaitan dengan keberadaan sungai bawah tanah seperti di Baron, Bribin, Grubuk, Toto hingga Seropan. Meski demikian alur dari sungai-sungai ini belum diketahui secara pasti sehingga perlu dilakukan pemetaan. “Tahun depan mulai kami petakan,” kata Drajad kepada wartawan, Minggu (24/11/2019).

Dia menjelaskan pemetaan ini sangat penting untuk mengatasi masalah kekeringan yang terjadi setiap tahun. Apabila jalur sungai bawah tanah telah diketahui maka bisa dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Untuk pengangkatan, kata Drajad, dapat dilakukan dua cara. Cara pertama dengan mengebor di titik yang ada aliran air sungai. Sedangkan cara kedua dengan membendung sungai bawah tanah di bagian hilir sehingga air tampungan bisa sampai ke hulu untuk kemudian disalurkan ke masyarakat. “Ini salah satu upaya yang akan dilakukan di tahun depan dan mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik sehingga dapat membantu mengatasi masalah kekeringan,” kata mantan Sekretaris DPRD DIY ini.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. Menurut dia untuk mengatasi krisis air Pemkab tidak boleh terus-terusan mengandalkan bantuan. “Untuk itu pemetaan potensi sumber air sangat dibutuhkan sehingga keberadannya bisa dimanfaatkan guna mengatasi masalah krisis saat kemarau,” katanya.

Endah menuturkan untuk mengoptimalkan dalam penanganan DPRD siap mengintensifkan komunikasi dengan OPD di lingkup Pemkab. Diharapkan dengan koordinasi yang baik, maka pelaksanaan program dapat optimal. “Intinya masalah krisis air yang selalu terjadi setiap tahun harus diatasi dengan memanfaatkan potensi sumber-sumber yang dimiliki,” katanya.