PT Astra International Tbk Ajak Anak Muda Jadi Inisiator Perubahan
Astra membuka pendaftaran SATU Indonesia Awards 2026 hingga 28 Juli untuk mencari inisiator perubahan di berbagai bidang.
Droping air bersih kerja sama ACT dan UII Jogja/Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Dampak dari kemarau panjang masih dirasakan di beberapa wilayah Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Gunungkidul, meskipun sudah beberapa kali turun hujan, ketersediaan air bersih masih cukup sulit didapat.
Mengawali langkah kepedulian untuk saling membantu sesama, Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) rutin melakukan droping air bersih di Gunungkidul, Selasa (26/11/2019).
Jika di total sejak Agustus lalu UII bersama ACT sudah mendistribusikan air bersih sebanyak 120 tangki. UII sendiri menganggap kegiatan droping air bersih ini merupakan wujud kepedulian UII sebagai kampus yang aktif terlibat dalam menanggapi permasalahan sosial kemanusiaan tak terkecuali adalah bencana kekeringan.
Fathul Wahid, rektor UII, mengungkapkan bahwa amanah yang disampaikan merupakan jawaban dari panggilan sesama yang membutuhkan bantuan. “Kami terus berupaya untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk untuk masyarakat di Gunungkidul yang sedang terlanda kekeringan,” jelas Fathul Wahid.
Fathul Wahid berharap semoga dengan bantuan air bersih tersebut dapat membantu mengatasi krisis air bersih di Gunungkidul, “kalau semakin banyak yang tergerak kan Insyaallah masyarakat juga semakin bahagia dan permasalahannya cepat terselesaikan,” tambahnya.
Distribusi air bersih yang terakhir di lakukan di Kecamatan Nglipar dan Pathuk Gunungkidul pada Selasa (26/11/2019). Sebanyak 44.000 liter air bersih disalurkan ke warga dengan total penerima bantuan sebanyak 763 jiwa.
Saat dimintai keterangan, Kamto warga Desa Srumbung mengungkapkan, selama ini Desa Srumbung hanya mengandalkan air dari Penampungan Air Hujan (PAH) untuk keperluan air sehari-hari. Walaupun bulan ini sudah turun hujan tiga kali akan tetapi masih air hujan masih belum layak untuk di konsumsi, serta sumber air tanah juga masih sulit untuk didapat.
Hadirnya Water Tank Desa Srumbung langsung disambut antusias oleh warga terlihat ember dan bak-bak ditaruh berjajar untuk mendapat bagian air bersih. “Insyaallah ikhtiar untuk membantu warga berupa program droping air bersih akan terus dilakukan sampai musim kemarau berakhir, selain itu untuk menjamin ketersediaan air bersih kita terus berupaya untuk membangun sumur wakaf di wilayah-wilayah rawan kekeringan seperti di Gunungkidul,” ujar Kharis Pradana, koordinator program droping air bersih ACT DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astra membuka pendaftaran SATU Indonesia Awards 2026 hingga 28 Juli untuk mencari inisiator perubahan di berbagai bidang.
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.
Pendaftaran bakal calon lurah di 31 kalurahan Gunungkidul dibuka 13-23 Juli 2026. Panitia diminta cermat untuk mencegah sengketa pemilihan.
BMKG menyebut gempa M5,5 di Laut Maluku dipicu subduksi lempeng. Gempa tidak berpotensi tsunami dan belum diikuti gempa susulan.
Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi dijadwalkan mengunjungi Candi Prambanan pada 8 Juli 2026. Pengamanan diperketat, operasional wisata disesuaikan.
Pekerja PLTSa Putri Cempo Solo mengalami kecelakaan kerja hingga tangannya masuk mesin. Korban telah menjalani operasi dan kini dalam pemulihan.