Objek Wisata Gunungkidul Bermunculan, Dispar Apresiasi Langkah Investor

Pengunjung berfoto di HeHa Sky View, Desa Patuk, Kecamatan Patuk, Sabtu (21/9/2019). Tempat ini bisa menjadi alternatif wisata untuk menikmati suasana malam hari selain di Bukit Bintang, Piyungan, Bantul. - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
10 Desember 2019 23:07 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Di pengujung 2019 sejumlah objek wisata baru bermunculan di Gunungkidul, mulai dari objek wisata yang mengusung konsep edukasi, eco-wisata hingga wisata kekinian milenial.

Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul mengapresiasi langkah sejumlah investor yang menginvestasikan dana mereka untuk membangun sejumlah objek wisata baru di Gunungkidul.

Kepala Dinpar Gunungkidul, Asti Wijayanti, mengungkapkan dibutuhkan banyak objek wisata alternatif yang baru untuk mengimbangi laju perkembangan wisata di wilayah pantai. Selain untuk memecah konsentrasi kemacetan di jalan, objek wisata perlu berkembang mengikuti zaman dan kebutuhan.

"Sifat wisata menuntut hadirnya inovasi dan kreativitas, baik itu melalui pembukaan destinasi baru maupun meningkatkan level destinasi lama dengan atraksi baru," kata Asti kepada Harian Jogja, Selasa (10/12/2019).

Kehadiran para investor, menurut Asti, mampu menjawab kebutuhan itu, dan Pemkab Gunungkidul terbantu dan diuntungkan dengan adanya objek wisata baru. "HeHa Sky View di Kecamatan Patuk adalah contoh investasi yang berhasil memikat wisatawan untuk datang ke Gunungkidul tanpa harus ke pantai. Contoh lainnya investasi yang lumayan viral dan banyak kunjungannya yakni Teras Kaca dan Pantai Ngrawe," kata dia.

Kasi Promosi dan Informasi Wisata Dinpar Gunungkidul, Purnomo Sumardamto, mengaku sangat terbuka dan mendukung investor yang masuk untuk terlibat dalam mengelola objek wisata. Meski demikian, para investor tetap harus memberdayakan masyarakat lokal.

"Kami mendorong investor masuk dalam pengembangan investasi wisata tetapi dengan syarat harus melibatkan masyarakat mulai dari perencanaan, pembangunan hingga pengelolaan," ujarnya.

Anggota DPRD Gunungkidul, Eko Rustanto, menilai hadirnya investor untuk membangun objek wisata baru di Gunungkidul cukup positif. Terlebih anggaran yang dimiliki Pemkab Gunungkidul tidak cukup untuk menggarap semua objek wisata.

"Kalau mengandalkan pemerintah dengan dana APBD sangat lambat, maka hadirnya investor ini sangat mendukung dalam pengembangan destinasi wisata baru," kata Eko.

Eko mengimbau agar para investor bisa menaati aturan administrasi yang ada di Gunungkidul, mulai dari perizinan pembangunan, perizinanan operasional hingga taat dalam membayar pajak. "Sebisa mungkin investor juga memberdayakan masyarakat, minimal ada ruang untuk masyarakat turut andil dan menikmati adanya destinasi wisata baru, investor bisa mempersilakan masyarakat untuk berjualan dengan rapi dan tertib," ujarnya.

Dewan, menurut Eko, akan mengarahkan para investor untuk bisa membangun wilayah lain selain wilayah pesisir sehingga peningkatan ekonomi bisa merata di seluruh wilayah. "Biar ekonomi juga cepat bergerak," tuturnya.