Jadwal KRL Jogja Solo 20 Mei 2026, Lengkap Semua Stasiun
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Pertemuan partai-partai politik non parlemen yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan dengan DPC Partai Gerindra, beberapa waktu lalu./Istimewa-Koalisi Kebangsaan
Harianjogja.com, SLEMAN—Situasi politik jelang Pilkada Sleman 2020 yang dinilai masih dinamis dimanfaatkan oleh partai-partai politik nonparlemen yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan untuk terus membangun komunikasi dengan kekuatan politik yang ada di Sleman.
Ketua Koalisi Kebangsaan Nasikin mengatakan hingga saat ini belum ada satupun partai politik yang mengusung calon bupati (cabup) untuk Pilkada 2020 mendatang. Semuanya masih menunggu rekomendasi dari pengurus Pusat.
Itulah sebabnya Koalisi Kebangsaan pun akan terus menunggu perkembangan sebelum memutuskan untuk mendukung calon tertentu. "Komitmen kami sejak awal adalah memberikan dorongan, mencari sosok calon bupati yang soleh, visioner sesuai kebutuhan Sleman," kata politikus PPP ini kepada Harianjogja.com, Rabu (11/12/2019).
Diakui Nasikin, Koalisi Kebangsaan awalnya ingin mengajukan sosok calon wakil bupati kepada partai pengusung. Namun seiring perkembangan dan situasi politik yang masih dinamis, koalisi ini masih menunggu waktu.
"Siapa nanti yang akan kami dukung akan dibicarakan dulu diinternal. Kalau koalisi sudah mengarah ke satu calon tertentu, maka mesin politik masing-masing partai akan bergerak memberikan dukungan," katanya.
Selain berkomunikasi dengan partai-partai politik lainnya, Koalisi Kebangsaan juga akan menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan seperti NU dan Muhammadiyah. "Kami akan meminta nasehat, berdiskusi dengan organisasi masyarakat ini terkait siapa yang layak untuk didukung," katanya.
Dia menepis anggapan jika gerakan yang dilakukan Koalisi Kebangsaan hanya mencari sensasi jelang Pilkada. Menurutnya, gerakan Koalisi Kebangsaan yang terdiri dari sembilan partai politik nonparlemen seperti, PSI, Perindo, Demokrat, Hanura, Berkarya, PKPI, PBB, Garuda, dan PPP sendiri murni bertujuan untuk membangun bersama sama Sleman ke depan.
Anggota Koalisi Kebangsaan dari PSI Lusiana mengatakan pada Selasa (10/12/2019), sudah dilakukan komunikasi dengan Partai Gerindra. Sama halnya dengan pertemuan lainnya, Koalisi Kebangsaan memberikan kriteria calon bupati yang layak didukung. “Yakni memiliki kepribadian yang saleh, visioner, berwawasan kebangsaan, menjunjung persatuan dan menentang intoleransi,” ujar dia.
Ketua Partai Gerindra Sleman Sukaptono mengaku sudah membuka pendaftaran calon bupati. Bahkan ada lima pendaftar yang mengembalikan formulir. Namun dia tidak merinci siapa saja calon yang mendaftar lewat Gerindra. "Kami masih menunggu keputusan dari DPP. Lobi politik baru kami lakukan dengan PDIP dan Koalisi Kebangsaan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Volvo EX90 resmi meluncur di Indonesia dengan harga Rp2,5 miliar. SUV listrik premium ini punya jarak tempuh hingga 600 km.
Kemendag meminta klarifikasi Shopee terkait aduan konsumen PMSE, mulai barang tak sesuai hingga kendala pembayaran digital.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dengan pembayaran digital memakai GoPay dan kartu elektronik. Cek daftar jalur dan tarif terbaru di DIY.
Sharp Indonesia Hadirkan Professional Portable Speaker Terbaru dengan Suara Powerful untuk Karaoke hingga Live Performance