Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Koko Jogja 2019, Yohanes Novandi Setiawan/Ist.-Dok. pribadi
Harianjogja.com, JOGJA—Koko Jogja 2019, Yohanes Novandi Setiawan atau yang kerap disapa Novan ingin memberikan sumbangsih terhadap pelestarian budaya Tionghoa di Jogja, yang telah menjadi bagian dari budaya Indonesia.
Novan menceritakan sejak awal mengikuti ajang Koko Cici Jogja karena memang ingin mengenal lebih jauh budaya Tionghoa yang ada di Jogja. "Juga ingin ikut berpartisipasi dalam melestarikan budaya Tionghoa terutama yang ada di Jogja," kata Novan, Rabu (11/12).
Pria yang tengah menempuh pendidikan S1 jurusan Manajemen di Universitas Sanata Dharma Jogja tersebut mengungkapkan melalui Koko Cici Jogja, dia ingin menyumbangkan keterampilan yang ia miliki. Baik dari segi keterampilan fisik, intelegensi, dan juga organisasi untuk melestarikan budaya Tionghoa dan Indonesia. "Walaupun memang keterampilan yang saya miliki tidak sempurna, tetapi lewat Koko Cici Jogja ini saya dapat ikut melestarikan budaya Tionghoa Jogja yang merupakan bagian dari budaya yang ada di Indonesia," ucap pria kelahiran Purwokerto, 20 tahun silam itu.
Selama ini, kata dia, Koko Cici Jogja telah turut berperan aktif dalam melestarikan budaya Tionghoa, seperti pada saat perayaan Cheng Beng, Koko Cici Jogja bersama-sama dengan Ako Amoi membersihkan makam yang kurang terawat, dalam perayaan Tiong Ciu Koko Cici Jogja juga turut serta memainkan drama fragmen Dewi Bulan bersama muda mudi Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC) dan lainnya.
Novan yang memiliki hobi muaythai tersebut mengakui memiliki suka duka selama bergabung di Koko Cici Jogja. Kendati demikian, dia juga mendapat berbagai bekal untuk pengembangan diri menjadi pribadi yang lebih baik hingga memiliki keluarga baru di Jogja. "Untuk dukanya sendiri, mungkin dari segi waktu karena saya harus pintar-pintar membagi waktu saya untuk berkuliah dan berorganisasi. Namun, bagi saya semua duka itu tertutup dengan suka yang saya dapatkan selama ini," katanya.
Ia berharap sebagai generasi muda peneris bangsa dapat mencintai dan turut aktif dalam pelestarian dan pengembangan budaya, karena budaya adalah identitas bangsa. "Saya juga berharap dengan apa yang dapat saya berikan selama ini bisa memotivasi dan membuat muda-mudi lainnya rindu dan mau untuk aktif melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa kita, tidak apa-apa walau hanya sedikit yang bisa diberikan, karena setiap langkah besar berawal dari langkah-langkah kecil," katanya.
Ia mendorong generasi muda agar tidak malu untuk melestarikan budaya sendiri, karena banyak anak muda sekarang yang malah lebih tertarik mengembangkan budaya asing. "Mari bersama-sama melestarikan dan mengembangkan budaya kita dan juga banggalah dengan budaya kita sendiri," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Penumpang kereta api di Jogja tembus 342 ribu saat libur panjang 2026, naik 45 persen. Stasiun Jogja jadi yang tersibuk.
Bocoran Oppo Find X10 Pro Max terbaru: kamera 200MP, layar 2K, baterai 7.000 mAh, dan chipset Dimensity 9600.
Reaktivasi Bandara Adisutjipto diyakini dongkrak wisata, UMKM, dan ekonomi Sleman. Ini dampak dan strateginya.
Pemkot Jogja memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 dengan menggelar kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis di Balai Kota Jogja, Selasa (2/6)
Cara cek PIP 2026 secara online pakai NISN dan NIK, lengkap syarat penerima dan besaran bantuan terbaru.