KOKO JOGJA 2019: Ingin Memberikan Sumbangsih Melestarikan Budaya

Koko Jogja 2019, Yohanes Novandi Setiawan - Ist./Dok. pribadi
12 Desember 2019 07:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Koko Jogja 2019, Yohanes Novandi Setiawan atau yang kerap disapa Novan ingin memberikan sumbangsih terhadap pelestarian budaya Tionghoa di Jogja, yang telah menjadi bagian dari budaya Indonesia.

Novan menceritakan sejak awal mengikuti ajang Koko Cici Jogja karena memang ingin mengenal lebih jauh budaya Tionghoa yang ada di Jogja. "Juga ingin ikut berpartisipasi dalam melestarikan budaya Tionghoa terutama yang ada di Jogja," kata Novan, Rabu (11/12).

Pria yang tengah menempuh pendidikan S1 jurusan Manajemen di Universitas Sanata Dharma Jogja tersebut mengungkapkan melalui Koko Cici Jogja, dia ingin menyumbangkan keterampilan yang ia miliki. Baik dari segi keterampilan fisik, intelegensi, dan juga organisasi untuk melestarikan budaya Tionghoa dan Indonesia. "Walaupun memang keterampilan yang saya miliki tidak sempurna, tetapi lewat Koko Cici Jogja ini saya dapat ikut melestarikan budaya Tionghoa Jogja yang merupakan bagian dari budaya yang ada di Indonesia," ucap pria kelahiran Purwokerto, 20 tahun silam itu.

Selama ini, kata dia, Koko Cici Jogja telah turut berperan aktif dalam melestarikan budaya Tionghoa, seperti pada saat perayaan Cheng Beng, Koko Cici Jogja bersama-sama dengan Ako Amoi membersihkan makam yang kurang terawat, dalam perayaan Tiong Ciu Koko Cici Jogja juga turut serta memainkan drama fragmen Dewi Bulan bersama muda mudi Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC) dan lainnya.

Novan yang memiliki hobi muaythai tersebut mengakui memiliki suka duka selama bergabung di Koko Cici Jogja. Kendati demikian, dia juga mendapat berbagai bekal untuk pengembangan diri menjadi pribadi yang lebih baik hingga memiliki keluarga baru di Jogja. "Untuk dukanya sendiri, mungkin dari segi waktu karena saya harus pintar-pintar membagi waktu saya untuk berkuliah dan berorganisasi. Namun, bagi saya semua duka itu tertutup dengan suka yang saya dapatkan selama ini," katanya.

Ia berharap sebagai generasi muda peneris bangsa dapat mencintai dan turut aktif dalam pelestarian dan pengembangan budaya, karena budaya adalah identitas bangsa. "Saya juga berharap dengan apa yang dapat saya berikan selama ini bisa memotivasi dan membuat muda-mudi lainnya rindu dan mau untuk aktif melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa kita, tidak apa-apa walau hanya sedikit yang bisa diberikan, karena setiap langkah besar berawal dari langkah-langkah kecil," katanya.

Ia mendorong  generasi muda agar tidak malu untuk melestarikan budaya sendiri, karena banyak anak muda sekarang yang malah lebih tertarik mengembangkan budaya asing. "Mari bersama-sama melestarikan dan mengembangkan budaya kita dan juga banggalah dengan budaya kita sendiri," katanya.