Geopark Night Specta 8.0 Hadirkan Rekor MURI dan Roy Jeconiah
Geopark Night Specta 8.0 di Nglanggeran digelar 10-11 Juli 2026 dengan target rekor MURI senam Penthol Tembem dan konser Roy Jeconiah.
Kismaya, warga Pampang di Kapanewon Paliyan sedang membolakblikan gabah yang dijemur didalam rumah agar cepat kering, Jumat (27/2/2026) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Cuaca hujan yang masih sering terjadi dalam beberapa hari terakhir menjadi tantangan bagi petani di Gunungkidul. Kondisi ini membuat proses penjemuran gabah hasil panen terhambat dan berpotensi memengaruhi kualitas beras.
Salah seorang petani di Kalurahan Bleberan, Rini Iswandari, mengatakan hasil panen pada musim tanam pertama tahun ini tergolong baik. Produksi gabah cukup optimal karena serangan hama relatif minim dan proses panen berjalan lancar.
Namun, persoalan muncul setelah panen. Gabah yang seharusnya segera dijemur agar cepat kering justru sulit ditangani akibat hujan yang turun hampir setiap hari.
“Gabah tidak mungkin dijemur di tempat terbuka. Kalau dipaksakan, malah bisa semakin basah karena hujan,” kata Rini, Jumat (27/2/2026).
Sebagai solusi sementara, Rini memanfaatkan lantai rumah untuk menjemur gabah. Meski tanpa sinar matahari langsung, cara tersebut dinilai paling aman untuk mencegah gabah membusuk.
“Kami jemur di dalam rumah. Supaya cepat kering, gabah sering dibolak-balik dan dibantu kipas angin,” ujarnya.
Kondisi serupa dialami Kismaya, petani asal Kalurahan Pampang. Pada musim panen pertama ini, ia berhasil memanen hampir tiga ton gabah. Namun, cuaca hujan membuat proses pengeringan menjadi tidak optimal.
“Kalau dijemur di luar repot, harus bolak-balik mengemas karena hujan. Akhirnya kami pilih jemur di lantai rumah,” katanya.
Menurut Kismaya, gabah yang disimpan dalam kondisi basah berisiko membusuk atau bahkan tumbuh menjadi benih padi baru. Oleh karena itu, pengeringan tetap harus dilakukan meski dengan cara sederhana.
Ia mengakui teknologi pengering gabah sebenarnya sudah tersedia. Namun, harga alat yang relatif mahal membuat petani kecil belum mampu memilikinya.
“Daripada gabah rusak, lebih aman diangin-anginkan di dalam rumah pakai kipas. Memang lebih lama, tapi kualitas gabah bisa tetap terjaga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Geopark Night Specta 8.0 di Nglanggeran digelar 10-11 Juli 2026 dengan target rekor MURI senam Penthol Tembem dan konser Roy Jeconiah.
Kemkomdigi telah memutus akses 3,7 juta situs dan konten judi online sejak Oktober 2024. Sebanyak 32.500 rekening juga ditutup.
Komdigi mengesahkan hasil seleksi frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. XLSMART unggul di 700 MHz, Telkomsel teratas di 2,6 GHz.
Inacraft 2026 resmi digelar di JEC Yogyakarta pada 15-19 Juli dengan target 25.000 pengunjung, transaksi Rp8 miliar, dan kontrak bisnis global.
BNPB mencatat 10.407 warga Klaten terdampak kekeringan menerima 1,18 juta liter air bersih selama 15 Juni hingga 13 Juli 2026.
Libur sekolah mendongkrak wisata Sleman hingga 921.851 kunjungan. Wisata alam Merapi, Candi Prambanan, dan Family Recreation Park menjadi favorit.