Ratusan Sekolah di Gunungkidul Disetujui Direvitalisasi
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mencatat sebanyak 42.743 hektare lahan ditanami padi pada musim tanam (MT) pertama di awal musim penghujan. Penanaman masif ini diharapkan mampu menjaga sekaligus memperkuat status Gunungkidul sebagai daerah surplus beras.
Sekretaris Dinas Pertanian Gunungkidul, Raharjo Yuwono, menjelaskan bahwa padi masih menjadi komoditas utama pilihan petani. Meski begitu, tidak seluruh kapanewon memiliki lahan sawah. Hanya 14 kapanewon yang tercatat memiliki hamparan sawah produktif.
“Sementara lima kapanewon lainnya—Tepus, Tanjungsari, Girisubo, Rongkop, dan Saptosari—lebih banyak mengandalkan padi ladang atau lahan kering karena tidak memiliki sawah,” ujar Raharjo, Jumat (16/1/2026).
Menurut dia, musim hujan memungkinkan hampir seluruh lahan pangan ditanami padi. Untuk wilayah lahan kering, jenis padi gogo menjadi pilihan utama petani.
Ia menambahkan, masa tanam pertama merupakan periode paling ideal bagi komoditas padi. Pada masa tanam kedua dan ketiga, luas tanam biasanya menyusut karena pasokan air tidak lagi memadai.
“Harapannya, dengan luas tanam yang besar di awal musim ini, ketahanan pangan tetap kuat dan predikat daerah surplus beras bisa terus dipertahankan,” jelasnya.
Raharjo memaparkan bahwa pada 2024, luas tanam mencapai 54.499 hektare dengan produksi 269.841 ton gabah kering giling (GKG). Pada tahun sebelumnya, luas tanam mencapai 55.576 hektare dengan hasil 299.624 ton GKG.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat jumlah penduduk Gunungkidul sebanyak 804.842 jiwa. Dengan kebutuhan konsumsi beras sekitar 79 kilogram per orang per tahun, total kebutuhan beras mencapai 63.582,5 ton.
“Produksi gabah 2025 yang mencapai 299.624 ton jika dikonversi menjadi sekitar 179.774,4 ton beras. Jumlah ini jauh di atas kebutuhan konsumsi masyarakat Gunungkidul selama satu tahun,” terang Raharjo.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, menambahkan pihaknya akan terus meningkatkan produktivitas gabah melalui pendampingan petani dan penyediaan sarana produksi.
“Mulai dari benih, pupuk, hingga mitigasi risiko cuaca ekstrem, semua kami siapkan agar produksi tetap optimal,” kata Rismiyadi.
Untuk mendukung musim tanam pertama tahun ini, pemerintah juga menyalurkan bantuan benih padi sebanyak 108,3 ton. “Stok ini bisa ditanam di lahan seluas 4.332 hektare,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.
Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda selanjutnya menghadapi Malaysia dan Bangladesh di Grup A.
Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal pada usia 73 tahun di Jakarta.
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.