Advertisement
Tebing Ambrol di Tanjakan Clongop GK, Pengguna Jalan Diminta Waspada
Proses pemindahan reruntuhan batu ukuran besar yang berasal dari tebing di Tanjakan Clongop di Kalurahan Watugajah, Gedangsari, Sabtu (28/2 - 2026). Foto istimewa Kapanewon Gedangsari
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pengguna jalan yang melintas di Tanjakan Clongop, Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul, diminta meningkatkan kewaspadaan. Di jalur baru tersebut, tebing di sisi jalan masih rawan ambrol, terutama di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.
Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto, mengungkapkan peristiwa ambrolnya tebing terjadi pada Sabtu (28/2/2026) dini hari. Beruntung, saat kejadian tidak ada kendaraan yang melintas sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Advertisement
“Ambrolan terjadi dari tebing dengan ketinggian sekitar 25 meter. Material yang longsor berupa batu-batu besar,” kata Eko.
Ia menjelaskan, evakuasi material longsor tidak bisa dilakukan secara manual. Proses pembersihan membutuhkan bantuan alat berat serta peralatan pemecah batu.
BACA JUGA
“Ada empat batu berukuran besar yang jatuh hingga ke badan jalan. Batu-batu tersebut harus dipecah menjadi bongkahan kecil agar bisa dipindahkan,” ujarnya.
Rawan Longsor Saat Hujan Deras
Menurut Eko, kondisi tebing di kawasan Tanjakan Clongop masih berpotensi longsor selama musim hujan berlangsung. Karena itu, masyarakat dan pengguna jalan diminta tidak memaksakan melintas saat hujan deras.
“Jika hujan lebat, sebaiknya berhenti di tempat aman terlebih dahulu. Ini untuk mengantisipasi risiko tebing ambrol,” katanya.
Hal senada disampaikan Lurah Watugajah, Hariyanto. Ia menyebut tebing di sepanjang jalur baru Clongop masih labil dan berisiko longsor, bahkan tidak hanya saat musim hujan.
“Di musim kemarau pun masih ada material batu yang runtuh. Apalagi sekarang hujan terus mengguyur,” ujarnya.
Harap Solusi Permanen
Hariyanto berharap pemerintah dapat memberikan penanganan permanen untuk mengurangi risiko longsor di jalur tersebut. Menurutnya, upaya pemlesteran tebing memang sudah dilakukan, namun belum mencakup seluruh titik rawan.
“Harapannya bisa diplester semua agar mengurangi risiko runtuhan batu dan longsor akibat hujan,” katanya.
Selain itu, ia menilai perlu adanya penambahan rambu lalu lintas, pemasangan banner peringatan, hingga sistem peringatan dini (early warning system/EWS) longsor di kawasan Jalur Clongop.
“Kita berharap tidak ada kejadian yang menimbulkan korban. Pengguna jalan harus bisa merasa aman dan nyaman saat melintas di Tanjakan Clongop,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bapanas-Bulog Percepat Bantuan Beras dan Minyak ke 33,2 Juta Warga
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ini Jadwal KRL Solo-Jogja Akhir Pekan 28 Februari 2026
- Cek Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jogja Hari Ini
- Hasil Sidang Disiplin, Mantan Kapolresta Sleman Diberi Sanksi Teguran
- Cuaca Tak Menentu, Gabah Petani Gunungkidul Dijemur di Dalam Rumah
- Jadwal SIM Keliling Bantul 28 Februari 2026, Cek Lokasi dan Jamnya
Advertisement
Advertisement







