Kecelakaan Maut di Wonosari, Pengendara Beat Tewas di Tempat
Kecelakaan maut di Wonosari, Gunungkidul menewaskan pengendara motor. Polisi masih memburu kendaraan misterius yang terlibat.
Gambar ilustrasi jabatan Lurah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul merencanakan pelaksanaan pilihan lurah serentak di 31 kalurahan pada 26 September 2026. Untuk mendukung pesta demokrasi tingkat kalurahan tersebut, Pemkab telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,6 miliar yang dialokasikan melalui APBD 2026.
Kepala Bidang Pemerintahan Kalurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKP2KB) Gunungkidul, Kriswantoro, mengatakan persiapan pelaksanaan pilihan lurah serentak telah berjalan, termasuk penyusunan Surat Keputusan (SK) Bupati tentang tahapan pemilihan.
“SK tahapan masih dalam proses. Namun, jadwal pencoblosan sudah kami tetapkan pada 26 September 2026,” kata Kriswantoro, Rabu (10/6/2026).
Menurut dia, terdapat sejumlah pertimbangan dalam penentuan tanggal tersebut. Selain jatuh pada hari Sabtu yang merupakan hari libur, jadwal itu juga bertepatan dengan dua bulan sebelum berakhirnya masa jabatan lurah yang saat ini masih menjabat.
Dengan rentang waktu tersebut, pemerintah memiliki ruang yang cukup untuk menyelesaikan berbagai tahapan pascapemungutan suara, termasuk mengantisipasi kemungkinan sengketa hasil pemilihan sebelum pelantikan lurah terpilih.
“Jadi ada waktu yang bisa digunakan untuk menyelesaikan potensi sengketa. Karena itu, jarak dua bulan sebelum masa jabatan berakhir dinilai cukup ideal untuk pelaksanaan pencoblosan,” ujarnya.
Meski demikian, Kriswantoro menegaskan jadwal tersebut masih menunggu pengesahan melalui SK Bupati tentang Tahapan Pilihan Lurah Serentak 2026.
“Drafnya sudah ada dan saat ini masih dalam proses konsultasi dengan Ibu Bupati. Setelah selesai, akan diajukan untuk mendapatkan tanda tangan sebagai dasar penerbitan SK,” katanya.
Anggaran Sudah Disiapkan
Terkait pendanaan, Kriswantoro memastikan tidak ada kendala karena anggaran telah dialokasikan dalam APBD 2026.
Dari total Rp2,6 miliar yang disediakan, sebesar Rp200 juta digunakan untuk operasional kedinasan selama proses penyelenggaraan pemilihan. Sementara Rp2,4 miliar dialokasikan sebagai Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada kalurahan penyelenggara.
“Pagu anggaran sudah tersedia dalam APBD 2026, sehingga tinggal dilaksanakan sesuai tahapan yang ditetapkan,” katanya.
Bamuskal Mulai Bentuk Panitia
Sementara itu, Sekretaris Forum Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal) Gunungkidul, Suharjono, mengatakan pihaknya telah menerima pemberitahuan dari Pemkab terkait persiapan pilihan lurah serentak.
Menurut dia, informasi tersebut telah ditindaklanjuti dengan menyampaikan surat kepada para lurah yang masa jabatannya akan segera berakhir.
“Dari pertemuan dengan Pemkab, kami sudah menindaklanjutinya dengan memberikan pemberitahuan kepada lurah bahwa masa jabatan mereka tinggal sekitar enam bulan lagi,” katanya.
Selain itu, Bamuskal juga mulai mempersiapkan tahapan teknis penyelenggaraan setelah terbitnya SK Bupati mengenai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis pilihan lurah serentak.
“SK petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis sudah terbit pada Selasa (9/6/2026). Saat ini Bamuskal di masing-masing kalurahan mulai menyusun pembentukan panitia pemilihan,” ujarnya.
Sebanyak 31 kalurahan di Gunungkidul dijadwalkan mengikuti pilihan lurah serentak tahun ini. Pemkab berharap seluruh tahapan dapat berjalan lancar sehingga proses pergantian kepemimpinan di tingkat kalurahan berlangsung sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan maut di Wonosari, Gunungkidul menewaskan pengendara motor. Polisi masih memburu kendaraan misterius yang terlibat.
Samsung menjadi produsen smartphone terbesar dunia pada kuartal I-2026 dengan produksi 62,6 juta unit. Apple membuntuti di posisi kedua, sementara industri.
Padukuhan Banyu di Semin, Gunungkidul, masih menghadapi kesulitan air bersih saat kemarau. Nama yang berarti air menyimpan kisah sejarah dan legenda.
Harga Pertamax naik membuat sebagian pemilik kendaraan melirik Pertalite. Simak risiko penggunaan BBM RON 90 pada kendaraan yang direkomendasikan memakai RON 92
Provinsi Jawa Tengah kembali mendapatkan apresiasi dari Kementerian Kesehatan terkait capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayahnya.
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000 per liter mendapat sorotan media asing dari Singapura dan Malaysia.