Modus Mutasi Guru Palsu Beredar, BKPPD Gunungkidul Minta ASN Waspada
BKPPD Gunungkidul memastikan surat mutasi guru yang beredar di Rongkop merupakan hoaks dan diduga menjadi modus penipuan. ASN diminta lebih waspada.
Seorang warga melintas di gapuran selamat datang di Padukuhan Banyu di Kalurahan Rejosari, Semin, Rabu (10/6/2026)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Nama Padukuhan Banyu di Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin, memiliki makna yang erat dengan air sebagai sumber kehidupan. Ironisnya, wilayah yang namanya berarti air itu justru masih menghadapi persoalan keterbatasan air bersih, terutama saat musim kemarau.
Salah seorang warga Padukuhan Banyu, Heriyadi, mengatakan kesulitan memperoleh air bersih masih menjadi persoalan yang dihadapi sebagian warga setiap tahun ketika musim kemarau tiba.
“Kalau dari artinya, seharusnya tempat yang banyak airnya. Tapi kenyataannya masih ada warga yang kesulitan air bersih saat kemarau,” katanya, Rabu (10/6/2026).
Menurut Heriyadi, kondisi tersebut dipengaruhi letak geografis padukuhan yang berada di kawasan perbukitan sehingga sumber air yang tersedia sangat terbatas.
Akibatnya, sebagian warga harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika debit sumber air menurun.
“Masih ada yang beli air saat kemarau,” ujarnya.
Puluhan Sumur Bor, Hanya Sedikit yang Berhasil
Upaya penyediaan air bersih sebenarnya telah dilakukan melalui pembangunan sumur bor di sejumlah titik. Namun hasilnya belum maksimal.
Heriyadi menuturkan dari puluhan titik pengeboran yang pernah dilakukan, hanya satu hingga dua sumur yang berhasil mengeluarkan air dalam jumlah memadai.
Padukuhan Banyu sendiri dihuni sekitar 190 kepala keluarga yang tersebar di sembilan rukun tetangga (RT).
“Sudah puluhan titik yang dibor, tetapi yang berhasil hanya satu dua sumur saja. Kalau musim kemarau seperti sekarang masih ada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih,” katanya.
Cerita Turun-temurun Asal-usul Nama Banyu
Terkait asal-usul nama Padukuhan Banyu, Heriyadi mengaku tidak mengetahui secara pasti. Namun berdasarkan cerita yang diwariskan secara turun-temurun, wilayah tersebut dahulu dikenal memiliki sumber air yang melimpah di sekitar pohon beringin besar.
Dalam cerita yang berkembang di masyarakat, sumber air tersebut dipercaya dipindahkan oleh sosok sakti sehingga kawasan yang sebelumnya kaya air mengalami kesulitan air bersih, terutama saat kemarau.
Berawal dari Sumber Air dan Kisah Wayang Kulit
Lurah Rejosari, Sunarto, juga mengaku tidak ada catatan pasti mengenai sejarah penamaan Padukuhan Banyu. Namun berdasarkan cerita para sesepuh, nama tersebut berkaitan dengan keberadaan sumber air yang kini menjadi lokasi kegiatan bersih desa.
“Ada sumbernya, tetapi airnya sudah tidak banyak. Di dekatnya sempat dibor agar bisa dimanfaatkan warga, tetapi tidak keluar air,” kata Sunarto.
Selain itu, terdapat legenda yang berkembang di masyarakat mengenai pertunjukan wayang kulit yang dimainkan seorang dalang sakti. Dalam kisah tersebut, pertunjukan tiba-tiba diterjang angin kencang hingga berbagai perlengkapan pentas terbawa ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
Menurut cerita lisan yang beredar, geber atau layar pertunjukan wayang terbawa hingga wilayah Weru, Sukoharjo, yang kemudian dikenal sebagai Watu Kelir. Adapun seperangkat gamelan disebut terlempar hingga kawasan Tawangsari dan melahirkan nama Watu Bonang.
Sementara kotak penyimpanan wayang dipercaya jatuh di kawasan yang kini dikenal sebagai Gunung Kotak di Kepuhsari, Manyaran, Wonogiri.
Sunarto menuturkan angin baru berhenti setelah sang dalang menancapkan tongkat ke tanah. Ketika tongkat tersebut dicabut, muncul sumber air yang kemudian dipercaya menjadi cikal bakal penamaan Padukuhan Banyu.
“Angin berhenti setelah dalang menancapkan tongkat. Setelah dicabut keluar air. Cerita itu dipercaya sebagai asal-usul Padukuhan Banyu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BKPPD Gunungkidul memastikan surat mutasi guru yang beredar di Rongkop merupakan hoaks dan diduga menjadi modus penipuan. ASN diminta lebih waspada.
Timnas Indonesia naik ke peringkat 118 FIFA usai kalahkan Oman dan Mozambik dalam FIFA Match Day Juni 2026.
Harga Pertamax naik ke Rp16.250, Pemkot Jogja siapkan operasi pasar dan sembako murah untuk jaga daya beli warga.
KPK tangkap 11 orang termasuk ASN BPK dalam OTT lanjutan kasus suap Muara Enim, terkait temuan audit dan pengadaan.
Timnas U19 Indonesia siap hadapi Australia di semifinal AFF U19 2026 dengan kepercayaan diri tinggi usai sapu bersih fase grup.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY terus berupaya mengurangi angka pengangguran melalui perluasan akses kerja bagi masyarakat.