Kebakaran Tembus 153 Kasus di Gunungkidul, Warga Harus Aktif Mencegah
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
Foto ilustrasi SPMB jenjang SMP dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Gunungkidul terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang SMP. Pendaftaran dijadwalkan berlangsung mulai 22 Juni hingga 1 Juli 2026 secara daring.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengatakan sosialisasi pelaksanaan SPMB telah dilakukan kepada seluruh SMP di wilayah Gunungkidul.
Menurut dia, pelaksanaan penerimaan murid baru tahun ini mengacu pada Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 dan Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 83/KPTS/2026.
“Untuk SPMB tetap menggunakan pendaftaran secara online,” kata Nunuk, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan, penerimaan peserta didik baru tingkat SMP terbagi menjadi jalur khusus dan jalur reguler.
Jalur khusus diperuntukkan bagi calon siswa yang mendaftar pada Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang dibuka di SMP Negeri 1 Rongkop, SMP Negeri 1 Playen, SMP Negeri 1 Ngawen, dan SMP Negeri 1 Saptosari.
Pendaftaran KKO telah dilaksanakan pada Mei 2026. Meski membuka kelas olahraga, sekolah-sekolah tersebut tetap menerima siswa melalui jalur reguler.
“Pendaftaran Kelas Khusus Olahraga sudah dilaksanakan Mei lalu. Meski ada kelas khusus, SMP-SMP ini juga tetap menerima pendaftaran melalui jalur reguler,” ujarnya.
Untuk jalur reguler, pendaftaran dibagi dalam beberapa tahap.
Jalur prestasi dan afirmasi dibuka pada 22-24 Juni 2026. Adapun jalur domisili dan mutasi dibuka pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026.
Menurut Nunuk, terdapat perubahan tahapan dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
“Kalau tahun lalu pendaftaran dimulai dari jalur domisili, sekarang dimulai dari jalur prestasi terlebih dahulu,” katanya.
Terkait kuota penerimaan, Dinas Pendidikan masih menggunakan komposisi yang sama seperti tahun sebelumnya.
Jalur domisili menjadi jalur dengan kuota terbesar, yakni 50% dari total daya tampung sekolah.
Sementara itu, jalur prestasi mendapatkan kuota 25%, afirmasi 20%, dan mutasi 5%.
“Untuk sisanya afirmasi sebanyak 20 persen, prestasi 25 persen, dan jalur mutasi sebanyak 5 persen,” kata Nunuk.
Kepala SMP Negeri 1 Rongkop, Endah Siswati, mengatakan sekolahnya kembali dipercaya menjadi salah satu penyelenggara Kelas Khusus Olahraga.
Menurut dia, proses penerimaan melalui jalur tersebut telah selesai dilaksanakan pada Mei lalu.
“Saat pendaftaran kelas khusus ini ada 49 anak, tapi yang diterima hanya 32 anak agar memenuhi satu rombongan belajar,” ujarnya.
Endah menegaskan penerimaan melalui jalur olahraga hanya menjadi bagian dari keseluruhan proses SPMB karena sekolah juga tetap membuka penerimaan melalui jalur prestasi, afirmasi, domisili, dan mutasi.
“Sudah ada jadwalnya dan pendaftaran disesuaikan dengan ketentuan dari Dinas Pendidikan Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
Nicolas Batum mengumumkan pensiun setelah 18 musim di NBA. Ia menutup karier dengan 11.553 poin dan dua medali perak Olimpiade.
Jadwal Asian Games 2026 hari ini, Selasa 22 September. Indonesia tampil di 17 cabor, termasuk bulu tangkis beregu putra dan putri.
IHSG melemah 0,88% ke 6.384,73 jelang RDG BI. Simak area support IHSG dan rekomendasi saham BIPI, IRSX, GDST, serta SMRA.
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.
Banjir bandang menerjang kompleks perkantoran Bupati Solok. Kantor PUPR, kesehatan, BKD hingga DPRD terdampak, warga juga dievakuasi.