Jembatan Garuda Rejosari Dibangun, Warga Tak Lagi Bergantung Crossway
Pembangunan Jembatan Garuda di atas Kali Oya, Rejosari, Semin, disambut antusias warga karena mempermudah akses dan lebih aman saat musim hujan.
Foto ilustrasi SPMB jenjang SMP dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Gunungkidul terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang SMP. Pendaftaran dijadwalkan berlangsung mulai 22 Juni hingga 1 Juli 2026 secara daring.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengatakan sosialisasi pelaksanaan SPMB telah dilakukan kepada seluruh SMP di wilayah Gunungkidul.
Menurut dia, pelaksanaan penerimaan murid baru tahun ini mengacu pada Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 dan Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 83/KPTS/2026.
“Untuk SPMB tetap menggunakan pendaftaran secara online,” kata Nunuk, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan, penerimaan peserta didik baru tingkat SMP terbagi menjadi jalur khusus dan jalur reguler.
Jalur khusus diperuntukkan bagi calon siswa yang mendaftar pada Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang dibuka di SMP Negeri 1 Rongkop, SMP Negeri 1 Playen, SMP Negeri 1 Ngawen, dan SMP Negeri 1 Saptosari.
Pendaftaran KKO telah dilaksanakan pada Mei 2026. Meski membuka kelas olahraga, sekolah-sekolah tersebut tetap menerima siswa melalui jalur reguler.
“Pendaftaran Kelas Khusus Olahraga sudah dilaksanakan Mei lalu. Meski ada kelas khusus, SMP-SMP ini juga tetap menerima pendaftaran melalui jalur reguler,” ujarnya.
Untuk jalur reguler, pendaftaran dibagi dalam beberapa tahap.
Jalur prestasi dan afirmasi dibuka pada 22-24 Juni 2026. Adapun jalur domisili dan mutasi dibuka pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026.
Menurut Nunuk, terdapat perubahan tahapan dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
“Kalau tahun lalu pendaftaran dimulai dari jalur domisili, sekarang dimulai dari jalur prestasi terlebih dahulu,” katanya.
Terkait kuota penerimaan, Dinas Pendidikan masih menggunakan komposisi yang sama seperti tahun sebelumnya.
Jalur domisili menjadi jalur dengan kuota terbesar, yakni 50% dari total daya tampung sekolah.
Sementara itu, jalur prestasi mendapatkan kuota 25%, afirmasi 20%, dan mutasi 5%.
“Untuk sisanya afirmasi sebanyak 20 persen, prestasi 25 persen, dan jalur mutasi sebanyak 5 persen,” kata Nunuk.
Kepala SMP Negeri 1 Rongkop, Endah Siswati, mengatakan sekolahnya kembali dipercaya menjadi salah satu penyelenggara Kelas Khusus Olahraga.
Menurut dia, proses penerimaan melalui jalur tersebut telah selesai dilaksanakan pada Mei lalu.
“Saat pendaftaran kelas khusus ini ada 49 anak, tapi yang diterima hanya 32 anak agar memenuhi satu rombongan belajar,” ujarnya.
Endah menegaskan penerimaan melalui jalur olahraga hanya menjadi bagian dari keseluruhan proses SPMB karena sekolah juga tetap membuka penerimaan melalui jalur prestasi, afirmasi, domisili, dan mutasi.
“Sudah ada jadwalnya dan pendaftaran disesuaikan dengan ketentuan dari Dinas Pendidikan Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Jembatan Garuda di atas Kali Oya, Rejosari, Semin, disambut antusias warga karena mempermudah akses dan lebih aman saat musim hujan.
Pengangguran Kota Jogja didominasi usia di atas 35 tahun. Dinsosnakertrans memperluas peluang kerja nonformal dan kewirausahaan bagi warga.
TikTok didenda Rp126,5 miliar di Korea Selatan setelah regulator menemukan pengumpulan data perilaku jutaan pengguna tanpa pemberitahuan memadai.
Satpol PP Kota Jogja menilai penertiban pengamen masih terkendala celah aturan. Revisi perda diusulkan untuk memperkuat dasar penindakan.
Turki lolos ke final VNL 2026 usai kalahkan China 3-0. Di final, Turki akan hadapi Brasil yang singkirkan juara bertahan Italia
Penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia menyoroti lima indikator yang sering digunakan untuk mengenali kondisi kelas menengah bawah dan kelas bawah.