Dua Warga Playen Terluka, Diserang Beruk Lepas dari Penangkaran
Dua warga Playen, Gunungkidul, terluka akibat serangan Beruk Sumatera yang lepas dari UPS Bunder. Satwa kini telah berhasil diamankan.
Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar - Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Fenomena kekurangan murid masih membayangi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Gunungkidul. Dari ratusan SD yang mengikuti SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, hanya sebagian kecil sekolah yang mampu memenuhi kuota rombongan belajar, sementara mayoritas lainnya masih kekurangan peserta didik baru.
Data Dinas Pendidikan Gunungkidul menunjukkan kapasitas penerimaan siswa baru jauh lebih besar dibandingkan jumlah calon murid yang mendaftar. Kondisi ini membuat banyak sekolah menerima siswa dalam jumlah minim, bahkan ada yang tidak mendapatkan murid sama sekali pada tahun ajaran baru ini.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengatakan proses SPMB tingkat SD yang berlangsung secara daring pada 3–5 Juni 2026 berjalan lancar. Hasil seleksi pun telah diumumkan pada Rabu (10/6/2026).
Meski pelaksanaan tidak menemui kendala berarti, Nunuk mengakui persoalan kekurangan murid masih menjadi tantangan di banyak sekolah dasar di wilayah Bumi Handayani.
Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Pendidikan, terdapat 463 SD di Gunungkidul yang terdiri atas 401 sekolah negeri dan 62 sekolah swasta. Dari jumlah tersebut, hanya 36 SD yang berhasil memenuhi kuota rombongan belajar sebanyak 28 siswa per kelas.
Sebaliknya, sebanyak 172 SD hanya memperoleh kurang dari 10 murid baru untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Bahkan, terdapat sejumlah sekolah yang tidak mendapatkan peserta didik baru sama sekali.
"Ada juga sekolah yang tidak mendapatkan murid sama sekali," kata Nunuk, Ahad (14/6/2026).
Sementara itu, sebanyak 255 SD lainnya berhasil menerima lebih dari 10 murid baru, tetapi jumlah tersebut masih belum mampu memenuhi kuota rombongan belajar yang telah ditetapkan.
Menurut Nunuk, kondisi tersebut terjadi karena daya tampung sekolah jauh lebih besar dibandingkan jumlah calon siswa yang tersedia.
"Kita punya kuota penerimaan siswa baru tingkat SD sebanyak 13.804 kursi, sedangkan yang diterima hanya 6.731 anak. Jadi, kalau ada sekolah yang kekurangan murid merupakan hal yang wajar karena memang kuotanya lebih banyak ketimbang calon murid baru," ujarnya.
Fenomena Kekurangan Murid Sudah Terjadi Bertahun-tahun
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Gunungkidul, Asbani, menambahkan banyaknya sekolah dasar yang kekurangan murid sebenarnya sudah diperkirakan sejak lama. Menurut dia, fenomena tersebut bukan kondisi baru karena telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Ia menjelaskan jumlah kursi yang tersedia di sekolah dasar saat ini tidak sebanding dengan jumlah calon siswa yang masuk setiap tahun. Akibatnya, persaingan memperoleh murid baru semakin terbatas, terutama bagi sekolah yang berada di wilayah dengan jumlah penduduk relatif sedikit.
Asbani menilai salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) yang selama puluhan tahun dijalankan pemerintah.
Program tersebut dinilai mampu menekan laju pertumbuhan penduduk sehingga jumlah anak dalam setiap keluarga tidak sebanyak generasi sebelumnya.
Di sisi lain, banyak sekolah dasar didirikan pada masa ketika jumlah anak usia sekolah masih sangat tinggi. Kondisi demografi yang berubah membuat kapasitas sekolah saat ini tidak lagi sebanding dengan jumlah peserta didik yang tersedia.
"Zaman simbah-simbah dulu punya anak lebih dari tujuh merupakan hal biasa. Tapi, sekarang punya anak tiga sudah dianggap terlalu banyak karena program pemerintah menggaungkan dua anak cukup. Makanya, sekarang banyak sekolah yang kekurangan murid," kata Asbani.
Data SPMB SD Gunungkidul Tahun Ajaran 2026/2027 menunjukkan total kuota penerimaan mencapai 13.804 kursi, sedangkan jumlah murid baru yang diterima hanya 6.731 anak. Dengan selisih kapasitas yang cukup besar tersebut, persoalan kekurangan murid diperkirakan masih akan menjadi tantangan bagi banyak sekolah dasar di Gunungkidul pada tahun-tahun mendatang, terutama di wilayah dengan pertumbuhan penduduk yang cenderung stagnan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua warga Playen, Gunungkidul, terluka akibat serangan Beruk Sumatera yang lepas dari UPS Bunder. Satwa kini telah berhasil diamankan.
Alwi Farhan juara Australian Open 2026 usai kalahkan wakil China 21-13, 21-13. Ini gelar BWF 500 keduanya tahun ini.
Damkar Kulonprogo menangani 28 kasus tumpahan solar sepanjang 2026. Jalan licin akibat solar memicu kecelakaan dan meresahkan pengguna jalan.
Cristiano Ronaldo meminta Portugal tidak terbebani status favorit di Piala Dunia 2026. Selecao fokus menjalani laga demi laga di Grup K.
Remaja 17 tahun diduga klitih diamankan warga di Simpang Melia Purosani Jogja. Polisi tidak menemukan senjata tajam dan menyerahkannya ke orang tua.
Australia mengalahkan Turki 2-0 dan naik ke peringkat kedua Grup D Piala Dunia 2026, menempel ketat Amerika Serikat di puncak klasemen.