PHRI DIY Soroti Penginapan Diduga Tak Berizin di Gumaton
PHRI DIY menyoroti penginapan yang diduga belum berizin di Gumaton dan Jeron Beteng serta potensi kebocoran PAD Kota Jogja.
Ilustrasi investasi (Freepik)
Harianjogja.com, SLEMAN—Penyaluran Dana Penguatan Modal (DPM) di Kabupaten Sleman pada 2026 hingga data terbaru tercatat mencapai Rp6,3 miliar atau sekitar 32,31% dari total plafon penyaluran sebesar Rp19,625 miliar. Dengan demikian, masih terdapat sekitar Rp13,2848 miliar dana yang belum tersalurkan.
Realisasi penyaluran yang masih sekitar sepertiga dari pagu tersebut tersebar ke sejumlah sektor usaha, dengan koperasi menjadi penerima dana terbesar.
Kepala UPTD Pengelolaan Dana Penguatan Modal, Ahmad Sudarsana, mengatakan penyaluran untuk koperasi mencapai Rp1,95 miliar. Namun, dana tersebut tidak diperuntukkan bagi Koperasi Desa Merah Putih.
“Koperasi itu bukan koperasi desa merah putih. Kopdes tidak mengakses ke kami,” kata Sudarsana saat dihubungi, Kamis (30/7/2026).
Selain koperasi, kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) menerima penyaluran sebesar Rp1,436 miliar. Sektor hortikultura dan perkebunan memperoleh Rp973 juta, tanaman pangan Rp790 juta, dan peternakan Rp559,2 juta.
Penyaluran juga diberikan kepada sektor ketahanan pangan sebesar Rp290 juta, perikanan Rp169,2 juta, usaha kecil dan menengah (UKM) Rp98 juta, serta bidang tenaga kerja lulusan pelatihan sebesar Rp75 juta.
Sementara itu, sejumlah bidang belum tercatat memperoleh penyaluran dana pada 2026. Bidang tersebut meliputi perindustrian, perdagangan tradisional atau pasar, badan usaha milik kalurahan (BUMKal), UPK/BUMKalMA, kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan KPA, pariwisata, tenaga kerja calon pekerja migran Indonesia (CPMI), tenaga kerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), serta Usaha Ekonomi Produktif Keluarga Sejahtera (USEP KS).
Program DPM di Kabupaten Sleman diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah menjalankan usaha. Program ini tidak ditujukan untuk pelaku usaha yang baru akan memulai atau membangun usaha dari nol.
Dalam tata kelolanya, penyaluran Dana Penguatan Modal melibatkan dinas teknis sebagai verifikator proposal yang diajukan kelompok usaha maupun UMKM. Persetujuan pinjaman modal diberikan berdasarkan hasil verifikasi dari dinas teknis terkait.
Bagi pelaku usaha perseorangan, pengajuan pinjaman modal menggunakan agunan sebagai jaminan. Agunan dapat berupa properti, barang, maupun surat berharga.
Apabila agunan berupa tanah, nilai pinjaman yang diberikan maksimal sebesar 80% dari harga tanah. Sementara itu, apabila menggunakan kendaraan sebagai agunan, pinjaman yang diberikan maksimal sebesar 60% dari harga pasar kendaraan.
Sebelum memperoleh pinjaman, pelaku usaha bersama penjamin yang merupakan anggota keluarga diwajibkan menandatangani kontrak bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PHRI DIY menyoroti penginapan yang diduga belum berizin di Gumaton dan Jeron Beteng serta potensi kebocoran PAD Kota Jogja.
Jadwal SIM Gunungkidul 30 Oktober 2026, cek lokasi SIM Station Dhaksinarga, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Prakiraan cuaca DIY Jumat, 30 Oktober 2026, menunjukkan potensi hujan ringan di empat wilayah dan hujan petir di Sleman. Cek suhu dan kelembapannya.
Jadwal SIM Polda DIY Jumat 30 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi SIM Keliling, SIM Corner, SKUKP, dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat, 30 Oktober 2026. Cek enam jadwal pergi-pulang dan tarif Rp12.000 sekali jalan.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Jumat, 30 Oktober 2026. Cek jam keberangkatan dan tarif ke Obelix Sea View serta Pantai Drini.