Dua Warga Playen Terluka, Diserang Beruk Lepas dari Penangkaran

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 10 Juni 2026 13:17 WIB
Dua Warga Playen Terluka, Diserang Beruk Lepas dari Penangkaran

Rubijan, warga di Padukuhan Gading VIII memperlihatkan luka akibat serangan Beruk Sumatera yang terlepas dari UPS Bunder, Selasa (9/6). /Istimewa.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dua warga Padukuhan Gading VIII, Kalurahan Gading, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, menjadi korban serangan Beruk Sumatera yang terlepas dari kandang penangkaran di Unit Perlindungan Satwa (UPS) Bunder milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY. Satwa tersebut kini telah berhasil ditangkap kembali sehingga risiko munculnya korban susulan dapat diminimalkan.

Korban serangan terdiri atas seorang anak berusia enam tahun berinisial F dan seorang warga bernama Rubijan, 60. Keduanya mengalami luka setelah berupaya menghindari maupun melepaskan diri dari serangan primata tersebut.

Ibu F, Nanik Winarsih, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin (8/6/2026). Saat kejadian, ia bersama anaknya sedang mencari rumput untuk pakan kambing.

“Anak saya menyebutnya monyet, tapi diketahui hewan itu adalah Beruk Sumatera,” kata Nanik kepada wartawan, Rabu (10/6/2026) pagi.

Menurut Nanik, awalnya beruk tersebut terlihat berkeliaran di sekitar lokasi dan mendekati anaknya. Satwa itu sempat terlihat seperti hendak bermain, namun tiba-tiba merangkul tubuh F hingga anak tersebut terjatuh dan terguling di tanah.

Akibat kejadian tersebut, F harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit dan menjalani tindakan penjahitan pada luka yang dideritanya.

“Sempat dibawa ke rumah sakit dan mendapat tiga jahitan karena luka di bagian paha. Saya kurang paham, apakah ini luka akibat cakaran atau gigitan,” ungkapnya.

Korban lainnya, Rubijan, mengaku ikut mengalami luka saat berusaha membantu melepaskan F dari cengkeraman beruk. Sebelumnya, ia bersama sejumlah warga berupaya mengusir satwa yang berkeliaran di area permukiman.

“Saya malah diserang balik hingga mengalami luka di bagian lengan dan paha bagian kiri,” katanya.

Rubijan menuturkan, sebelum menyerang F, beruk tersebut juga sempat mengejar warga lain yang sedang mencari rumput untuk pakan ternak. Karena dianggap membahayakan keselamatan warga, masyarakat kemudian berinisiatif meminta bantuan petugas untuk melakukan penangkapan.

Menurut dia, laporan kemudian disampaikan kepada UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) serta BPBD Gunungkidul.

“Pada Senin malam sempat dilakukan pencarian untuk ditangkap, tapi belum membuahkan hasil,” katanya.

Secara terpisah, Koordinator UPS Bunder, Apri Apriyanto, membenarkan adanya Beruk Sumatera yang terlepas dari lokasi penangkaran pada Minggu (7/6/2026) sore. Upaya penangkapan sebenarnya telah dilakukan sejak satwa tersebut kabur, namun belum berhasil karena beruk bergerak bebas di luar kawasan penangkaran.

“Kandangnya jebol sehingga beruk bisa terlepas,” kata Apri.

Ia juga membenarkan adanya dua warga yang menjadi korban serangan satwa tersebut. Namun, kondisi kini dinyatakan lebih aman setelah beruk berhasil diamankan kembali pada Selasa (9/6/2026) siang melalui proses pembiusan.

“Sudah ditangkap lagi dan hewan ini ada di penangkaran karena ada warga Bantul yang menyerahkan ke UPS tujuh bulan lalu. Beruk ini termasuk hewan yang tak dilindungi dengan jenis kelamin jantan,” katanya.

Berhasilnya penangkapan Beruk Sumatera tersebut mengakhiri pencarian yang dilakukan petugas dan warga selama dua hari terakhir. Satwa kini kembali berada di UPS Bunder untuk menjalani pengawasan sehingga tidak lagi menimbulkan gangguan maupun ancaman bagi masyarakat sekitar.

Foto istimewa

Rubijan, warga di Padukuhan Gading VIII memperlihatkan luka akibat serangan Beruk Sumatera yang terlepas dari UPS Bunder, Selasa (9/6). /Istimewa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online