21 Rumah di Kulonprogo Rusak akibat Hujan Deras dalam Sepekan Terakhir

Ilustrasi rumah rusak - Istimewa
13 Desember 2019 08:07 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo mencatat sedikitnya 21 rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang saat hujan deras turun dalam sepekan terakhir.

“Ada dua rumah rusak yang butuh penanganan lebih besar,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Ariadi di kantornya, Kamis (12/12/2019).

Satu rumah di Nanggulan rusak sedang, sedangkan satu rumah di Kalibawang rusak berat.  “Tetapi memang rumah-rumah itu strukturnya sudah enggak kuat,” ujarnya.

BPBD mengusulkan supaya rumah yang ambruk terkena pohon tumbang ini bisa ikut program bedah rumah. “Jika nanti ada rumah terdampak lagi, kami akan carikan bantuan CSR dan Baznas,” tuturnya.

Lewat desa tangguh bencana (destana) yang saat ini berjumlah 43 desa, ia sudah mengimbau masyarakat jauh-jauh hari sebelum musim hujan tiba untuk memotongi dahan-dahan yang bisa patah dan menimpa rumah ataupun orang yang lewat di bawahnya. “Kalau levelnya tidak terlalu berbahaya bisa dilakukan sendiri, kalau dirasa berbahaya bisa minta bantuan kami,” ujarnya.

Staf Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kulonprogo Winarno menyebut destana sangat penting untuk membentuk kemandirian desa menangani bencana yang terjadi sewaktu-waktu.

Winarno menjelaskan ketika warga sudah bisa menangani risiko bencana secara mandiri, BPBD akan lebih mudah dalam bekerja.

“Personel kami yang stand by kalau ada bencana setiap hari hanya lima orang, kalau ada 10 titik kejadian, sudah enggak bisa menangani lagi,” ujar dia.