NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Ilustrasi terorisme/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN--Terduga teroris kembali ditangkap di wilayah DIY.
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri, Rabu (18/12/2019), menangkap seorang terduga teroris di Dusun Kadisono, Desa Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Seorang warga sekitar lokasi penangkapan Rohadi Heryanto mengatakan penangkapan tersebut dilakukan oleh beberapa orang bersenjata dan mengenakan penutup muka.
"Selain menangkap, petugas juga melakukan penggeledahan di rumah yang ditempati orang yang ditangkap," katanya.
Menurut dia, usai melakukan penggeledahan, petugas terlihat membawa sejumlah buku dari rumah tersebut.
"Orang tersebut memang koleksi bukunya sangat banyak. Tetapi buku apa yang dibawa saya tidak tahu," katanya.
Ia mengatakan, selama ini pria yang ditangkap tersebut tidak menunjukkan hal-hal yang mencurigakan. "\'Srawung\' (bergaul) dengan masyarakat juga baik," katanya.
Menurut dia, pria tersebut juga terlihat rajin mengaji dan aktif di kelompok Mujahidin.
"Dalam penangkapan tersebut ada sekitar 20 personel yang melakukan penggerebekan dan penggeledahan. Tidak terdengar ada perlawanan saat penangkapan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Properti Kulonprogo masih stagnan meski YIA hadir. Spekulasi tanah dan minimnya kawasan terpadu menjadi sejumlah tantangan.
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.
MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah mengejar target 21 juta penerima manfaat.
Asphirasi Connect 2026 di Jogja memperkuat sinergi pengusaha Haji dan Umrah melalui konsolidasi, sharing bisnis, networking, dan business matching.