Musim Hujan, Ini Personel dan Peralatan yang Siaga Tangani Bencana di Kulonprogo

Sejumlah warga tengah bergotong royong membangun tanggul darurat di tanggul Sungai Serang di Dusun Kuncen, Desa Bendungan, Kecamatan Wates, Selasa (7/1/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
08 Januari 2020 09:47 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Musim hujan yang melanda Kabupaten Kulonprogo sejak bulan Desember membuat unsur-unsur siaga bencana bersiap. Tak hanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, melainkan juga Palang Merah Indonesia (PMI) Kulonprogo dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kulonprogo.

Ketua PMI Kulonprogo, Arif Prastowo, mengatakan PMI Kulonprogo menyiagakan personel dan ambulans selama 24 jam penuh. "PMI Kulonprogo bersiaga hingga tanggal 14 Januari dan masih sangat mungkin diperpanjang apabila dibutuhkan," kata Arif, Selasa (7/1/2020).

Dikatakannya, ada 30 personel yang disiagakan yang merupakan gabungan dari Korps Sukarela (KSR), Tenaga Sukarela (TSR), dan Forum Remaja PMI. Untuk TSR dan KSR bersiaga dalam dua shift, yaitu pukul 07.00 - 19.00 WIB dan 19.00 - 07.00 WIB. Sementara forum remaja bertugas setelah pulang sekolah hingga maksimal pukul 18.00 WIB.

"Kami siap menerima aduan kedaruratan masyarakat dan siap mem-back up BPBD apabila terjadi kebencanaan," ucap Arif.

Staf Humas PMI Kulonprogo, Wisnu Rangga mengatakan sejak Jumat (3/1/2020) lalu hingga saat ini sudah menangani sekitar 40 respon terhadap pohon tumbang, termasuk yang menimpa rumah warga.

Selain ambulans, pihaknya juga sudah menyiapkan sejumlah peralatan, seperti gergaji mesin, lampu tembak, genset, termasuk armada respon bencana berupa jip penyelamat dan pikap. "Semua siap digunakan sewaktu-waktu," ujar Wisnu.

Sementara itu, Komandan Tagana Kulonprogo, Miskijo telah menyiapkan 155 personel untuk menanggulangi bencana di Kulonprogo. "Rencana besok kami akan ikut apel siaga Tagana se-DIY di JEC [Jogja Expo Center]," ujar Miskijo, Selasa.

Pihaknya juga sudah memastikan kondisi empat armada berupa tiga truk serbaguna dan satu kendaraan bermotor roda dua masih berfungsi dengan baik. "Kami juga sudah lakukan perawatan radia komunikasi untuk relawan yang lokasi pancarannya di Suroloyo, Samigaluh," katanya.

Dengan berbagai persiapan ini, Miskijo yakin bencana di Kulonprogo dapat diminimalisir risikonya. "Kami akan lebih optimalkan program pra-bencana, seperti tagana masuk sekolah (TMS) dan tagana masuk komunitas (TMK)," ujar dia.