Ternak Mati Mendadak di Gunungkidul Semakin Banyak

Sapi mati mendadak di Tepus, Gunungkidul.-Istimewa - Bhabinkamtibmas Desa Sumberwungu
16 Januari 2020 20:17 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kasus kematian ternak secara mendadak kembali terjadi di Kecamatan Ponjong pada Kamis (16/1/2020) siang. Kali ini, seekor kambing milik salah seorang warga Padukuhan Tegalrejo, Rt/Rw 07/02 Desa Sidorejo bernama Paryono, 43, ditemukan tergolek mati tanpa sebab didalam kandang.

Mendengar adanya kasus ternak mati tersebut, warga cukup dibuat takut. Mengingat, lokasi ditemukannya kambing mati tersebut tidak jauh dari lokasi sapi yang pernah mengalami mati mendadak di Padukuhan Gunungkrambil, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, beberapa waktu lalu.

Ketua RT 07, Padukuhan Tegalrejo, Agus Indriedi mengungkapkan adanya kasus kematian tersebut membuat warganya cukup khawatir. Padahal, sejak pagi hari kambing tersebut masih tampak sehat dengan beberapa kambing lainnya yang tengah makan.

"Di Padukuhan Krambil kan ada sapi mati, dan jarak antara lokasi ini dan lokasi sapi disana hanya 1 kiloan meter, takutnya ini terjangkit antraks," kata Agus, Kamis (16/1/2020).

Pemilik kambing tersebut sekira pukul 11.30 WIB mendapati kambingnya itu sudah tergolek kaku di dalam kandang. Sedangkan ternak kambing lainnya yang diketahui hidup dalam satu kandang masih dalam kondisi sehat dan tak ada tanda-tanda sakit.

"Setelah dapat info itu, kami langsung menghubungi petugas Puskewan untuk datang mengecek dan mengambil sampel," ujarnya.

Bhabinkamtibmas Desa Sidorejo, Polsek Ponjong, Bripka Sugeng Widodo melaporkan penanganan kambing mati dari Puskewan tersebut sekira pukul 12.30 WIB. Setelah selesai dilakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel oleh dinas terkait, warga lantas menguburkan kambing mati mendadak dengan didampingi langsung oleh petugas Puskewan.

"Dari petugas Puskewan sudah datang dan mengambil sampel, hasilnya masih menunggu," ujarnya.

Warga yang tinggal dilingkungan kambing mati mendadak itu diberikan imbauan-imbauan agar tidak langsung bersentuhan dengan ternak yang sakit ataupun ditemukan mati mendadak.