Wantimpres Kunjungi UGM, Minta Saran tentang Persoalan Bangsa

Ketua Wantimpres, Wiranto (kiri) dan Agung Laksono (kanan) ketika memberikan keterangan kepada wartawan seusai berdiskusi dengan akademisi UGM. - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
21 Januari 2020 17:07 WIB Rahmat Jiwandono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2019-2024 melakukan safari ke Universitas Gadjah Mada (UGM). Kunjungan atau safari ke UGM dalam rangka meminta saran dan masukan berkaitan dengan persoalan bangsa.

Dari sembilan anggota Wantimpres yang ada, hanya lima orang yang datang ke UGM. Mereka adalah Ketua Watimpres, Wiranto; Agung Laksono; Habib Luthfi; Mardiono Bakar; dan Sidarto Danusubroto. Sisanya berhalangan untuk hadir.

Wiranto mengatakan, kunjungannya ke UGM pada Selasa (21/1/2020) merupakan kunjungannya yang pertama di perguruan tinggi negeri. Pertemuannya dengan para akademisi UGM untuk meminta masukan salah satunya dari perguruan tinggi.

"Kami Wantimpres yang baru dilantik presiden sengaja datang ke UGM untuk mengenalkan diri," ucap Wiranto, Selasa (21/1/2020).

Menurut Wiranto, berdialog dengan akademisi-akademisi di UGM sebagai gudang penelitian dan ide-ide dapat membantu menemukan hal yang menghambat pembangunan negara. "Di sini bisa dilakukan penelitian yang lebih mendalam tentang persoalan bangsa," katanya.

Jajarannya berdiskusi bersama rektor dan hampir seluruh dekan fakultas selama dua jam di ruang multimedia, gedung pusat UGM. Adapun topik yang dibahas yaitu ekonomi, pancasila, hukum, pertanian, energi, keamanan, dan terorisme.

"Banyak lagi yang masukan yang kami terima, sehingga kami Wantimpres bisa menelaah lebih jauh tentang apa yang bisa disampaikan kepada presiden," kata dia.

Dengan pertemuan tersebut, Wiranto berharap ada tindak lanjut antara Watimpres dengan ahli-ahli dari UGM. Kedepannya, bisa ada sebuah elaborasi untuk memperdalam dan mendapatkan kesimpulan yang mendalam mengenai hal-hal yang sudah didiskusikan.

Ketua Dewan Guru Besar (DGB) UGM, Profesor Koentjoro menuturkan, pihaknya memberi buku putih kepada Wantimpres. Buku putih merupakan kumpulan usulan-usulan dari para ahli berbagai bidang di UGM.

"Buku putih selalu ada di setiap tahunnya dan dimunculkan oleh para pakar di lingkungan UGM," ujarnya.