Mengenal Tiga Karakter Utama Anak Muda Indonesia di Era Digital
Simak tiga tipologi utama anak muda Indonesia di era digital hasil riset Alvara. Dari tipe Si Digital hingga Si Santuy, mana karakter Anda. Cek di sini.
Hujan di Tempel, Sleman. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA-- Anda yang akan beraktivitas di wilayah Kota Jogja dan Sleman, sebaiknya bersiap membawa payung. Adapun jika bepergian mengendarai sepeda motor, ada baiknya membawa jas hujan (mantol).
Penyebabnya, berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, wilayah Kota Jogja dan Sleman akan mengalami hujan petir di siang hari.
Adapun wilayah Wates Kulonprogo diperkirakan hujan ringan di siang hari. Pada saat yang sama, wilayah Bantul dan Gunungkidul diperkirakan cerah berawan.
Di malam hari hingga dini hari, lima daerah di DIY tersebut diprediksi oleh BMKG akan berawan.
Suhu di DIY hari ini diperkirakan berkisar 24 hingga 32 derajat celcius, dengan kelembaban bervariasi di kisaran 65 hingga 95%.
Di laut selatan, gelombang laut diperkirakan landai yakni 1,25 hingga 2 meter. Adapun di kawasan pantai lebih rendah yakni 1 hingga 1,25 meter. Angin diprediksi bertiup dari utara ke selatan, dan selepas pantai akan berbelok ke barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak tiga tipologi utama anak muda Indonesia di era digital hasil riset Alvara. Dari tipe Si Digital hingga Si Santuy, mana karakter Anda. Cek di sini.
BMKG memprediksi hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah hingga akhir Mei 2026.
Ledakan tambang batu bara di Shanxi, China, menewaskan 82 pekerja. Operasi penyelamatan masih berlangsung hingga Sabtu.
PLN mengungkap kronologi blackout Sumatra yang dipicu gangguan transmisi di Jambi akibat cuaca buruk pada Jumat malam.
PSIM Jogja memperpanjang kontrak Jean-Paul Van Gastel karena dinilai sukses membangun filosofi permainan dan fondasi tim.
Prabowo memperluas proyek tambak produktif di Waingapu, Gorontalo, dan Pantura untuk memperkuat pangan dan membuka lapangan kerja.