Ancaman Corona Virus: Ada 53 Warga DIY yang Bekerja di Tiongkok, Kondisinya Belum Diketahui

Warga mengenakan masker di stasiun kereta di Beijing, China, Jumat (24/1 - 2020). / Yomiuri Shimbun via Reuters
28 Januari 2020 21:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jogja mencatat terdapat 53 pekerja migran asal DIY yang bekerja di Tiongkok. Hal itu disampaikan menyusul merebaknya wabah Virus Corona di Negeri Tirai Bambu itu.

Beruntung sebagian besar PMI yang bekerja di Tiongkok, kata Kasi Perlindungan dan pemberdayaan BP3TKI Jogja, Dyah Andarini Widiyastuti, banyak yang mengambil cuti sehingga tidak terlalu terdampak Virus Corona.

"Sejak 2011 hingga 2018 tercatat warga DIY yang bekerja ke Tiongkok sebanyak 53 orang," kata Dyah kepada Harianjogja.com, Selasa (28/1/2020).

Hanya saja, BP3TKI Jogja kesulitan melacak kota-kota yang menjadi lokasi PMI bekerja. "Apakah PMI asal DIY juga bekerja di Wuhan? Kami masih kesulitan menelusurinya. Yang tertera di data kami hanya negara penempatan [tujuan] RRC," katanya.

Pihaknya belum bisa memastikan apakah kondisi PMI asal DIY yang bekerja di RRC dalam kondisi aman atau tidak. Alasannya, keberangkatan PMI asal DIY ke RRC tidak melalui BP3TKI Jogja. "Sebab mereka berangkat tidak melalui kami. Jadi kami kesulitan untuk mengonfirmasi," kata Dyah.