Mahasiswa Ditemukan Tewas Di Kamar Indekos, Diduga Menggorok Lehernya Sendiri

31 Januari 2020 06:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi Islam swasta di Jogja ditemukan tewas di kamar indekosnya yang berada di Jetis, Tirtoadi, Mlati, Sleman pada Kamis (30/1/2020) malam. Korban yang diduga melakukan aksi bunuh diri tersebut atas nama Faizal Hidayah, 25, warga Desa Kalinganyar Kecamatan Arjasa, Sumenep Jawa Timur.

Korban tewas diduga dengan menggorok lehernya menggunakan gerinda. Dari hasil keterangan tim Dokter Puskesmas Mlati, korban diperkirakan sudah tewas empat jam sebelum ditemukan oleh saksi. Adapun, luka pada korban sehingga meninggal dunia terdapat luka terbuka pada leher akibat dari gerinda yang yang dipakai untuk melukai diri korban.

Berdasarkan keterangan dari saksi, gerinda yang biasa digunakan oleh pemilik kos untuk memotong keramik berada di dalam kamar tempat korban ditemukan meninggal.

"Di dalam kamar korban juga ditemukan surat wasiat yang isinya permohonan maaf dari korban yang telah berbuat salah kepada keluarga dan ungkapan sayang ke keluarganya dengan bahasa Madura dan yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh sepupu korban," papar Kanit Reskrim Polsek Mlati Iptu Noor Dwi Cahyanto, Kamis.

Ia mengatakan setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, jajaran reserse kriminal kepolisian sektor (Polsek) Mlati dibantu oleh Tim dari Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres Sleman langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 19.00 WIB, Kamis.

"Korban meninggal di sebuah kamar indekos milik Karjono alamat di Jetis, Tirtoadi, Mlati Sleman, saat melakukan olah TKP ditemukan sebuah surat wasiat yang ditulis oleh korban," ujar Noor Dwi, Kamis.

Ia mengatakan berdasarkan hasil olah TKP, korban meninggalkan surat wasiat yang isinya ingin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

"Nihil [pembunuhan], kita temukan surat wasiat di kamar kosnya, isinya permohonan maaf jika korban punya salah kepada keluarganya, dan mengakhiri hidup dengan bunuh diri," terangnya.

Menurut kronologi kejadian, sekira pukul 18.30 WIB, ada saksi yang sedang memotret burung melihat kaki di dalam sebuah kamar indekos yang baru dibangun milik Karjono. Karena takut dan situasinya gelap, saksi memanggil saksi lainnya.

Kemudian, saksi melihat korban sudah dalam keadaan tengkurap bersimbah darah di dalam kamar dan kepalanya mengarah ke sebelah barat. "Oleh saksi kemudian korban dibalik hingga posisi terlentang dengan tujuan apakah korban masih dalam keadaan hidup, namun ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," jelasnya.

Saksi kemudian memberitahukan peristiwa tersebut kepada pemilik indekos dan diteruskan ke Kepala Dukuh serta menghubungi Polsek Mlati.

Menurut keterangan dari pemilik indekos, korban pernah meminta tolong untuk diberikan racun tikus untuk dimakan sendiri. Namun pemilik indekos melarangnya dan korban dinasehati sehingga urung mengakhiri hidupnya.

"Keterangan dari sepupu korban pada Rabu (29/1/2020), korban juga meminta untuk dibelikan racun tikus untuk diminum, namun tidak dibelikan," terangnya.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke rumah sakit RSUP Dr Sarjito untuk dilakukan perawatan jenazah dan akan dimakamkan di tempat asal korban yakni di Sumenep, Jawa Timur.