6 Penyelam Basarnas Cari Korban di Dalam KM Virgo Transport 8
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto (kanan) menerima penghargaan sebagai Dosen Kehormatan dari UIN Sunan Kalijaga yang diserahkan oleh rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Yudian Wahyudi, Sabtu (3/11/2018)./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, JOGJA--Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi berkomentar terkait pernyataannya yang dianggap kontroversial terkait "Agama musuh terbesar Pancasila." Menurut Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini, pernyataannya tersebut seharusnya dipahami secara utuh.
"Ya kalau utuh tidak akan salah paham," ujar Yudian ketika dihubungi, Rabu (12/02/2020) sore.
Menurut Yudian, anggapan sejumlah pihak kalau dirinya tak memahami Pancasila karena menyebut agama jadi musuh terbesar ideologi bangsa tersebut tidaklah benar. Alih-alih mempertentangkan, agama dan Pancasila justru saling berhubungan.
Pancasila mempunyai sifat agamis dan nilai yang terkandung dalam tiap sila pun bisa ditemukan di kitab suci enam agama di Indonesia. Namun sayangnya Pancasila sering dihadapkan dengan agama oleh pihak-pihak yang memiliki pemahaman sempit dan ekstrem.
Hal itulah yang akhirnya membuat agama jadi musuh terbesar Pancasila. Sebab pihak-pihak tertentu mempertentangkan keduanya demi kepentingan mereka.
"Maksud saya, musuh Pancasila adalah minoritas yang mengklaim dirinya sebagai mayoritas umat beragama padahal mereka itu minoritas tapi mengklaim sebagai mayoritas," tandasnya.
Karenanya Yudian berharap pernyataannya tidak dipersepsikan secara negatif. Sebagai sosok yang selama ini memerangi radikalisme, dirinya selalu berpedoman pada Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945.
Harianjogja.com, SLEMAN--Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang dianggap kontroversial mengenai "Agama musuh terbesar Pancasila."
Menurut Rektor UIN Sunan Kalijaga Jogja ini, pernyataannya tersebut seharusnya dipahami secara utuh.
"Ya kalau utuh tidak akan salah paham," ujar Yudian ketika dihubungi, Rabu (12/02/2020) sore.
Menurut Yudian, anggapan sejumlah pihak kalau dirinya tak memahami Pancasila karena menyebut agama jadi musuh terbesar ideologi bangsa tersebut tidaklah benar. Alih-alih mempertentangkan, agama dan Pancasila justru saling berhubungan.
Pancasila mempunyai sifat agamis dan nilai yang terkandung dalam tiap sila pun bisa ditemukan di kitab suci enam agama di Indonesia. Namun sayangnya Pancasila sering dihadapkan dengan agama oleh pihak-pihak yang memiliki pemahaman sempit dan ekstrem.
Hal itulah yang akhirnya membuat agama jadi musuh terbesar Pancasila. Sebab pihak-pihak tertentu mempertentangkan keduanya demi kepentingan mereka.
"Maksud saya, musuh Pancasila adalah minoritas yang mengklaim dirinya sebagai mayoritas umat beragama padahal mereka itu minoritas tapi mengklaim sebagai mayoritas," tandasnya.
Karenanya Yudian berharap pernyataannya tidak dipersepsikan secara negatif. Sebagai sosok yang selama ini memerangi radikalisme, dirinya selalu berpedoman pada Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21
KAI merespons penetapan tersangka masinis Argo Bromo Anggrek dan menindaklanjuti enam rekomendasi keselamatan dari KNKT.