Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Pengakuan IYA, salah satu tersangka kasus tragedi susur Sungai Sempor SMPN 1 Turi Sleman, saat gelar perkara di Mapolres Sleman pada Selasa (25/2/2020). /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN-- Kepolisian Resor (Polres) Sleman telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus hilangnya nyawa 10 orang siswa SMPN 1 Turi yang sedang melakukan kegiatan susur sungai pada Jumat (21/2/2020) lalu.
Tiga tersangka yang sudah ditetapkan oleh penyidik Polres Sleman yakni Isfan Yoppy Andrian alias IYA, 36, warga Caturharjo, Sleman, Sleman, Riyanto alias R, 57, warga Turi, Sleman, dan Danang Dewo Subroto alias DDS, 57, warga Ngaglik, Sleman.
Wakapolres Sleman Kompol M Kasim Akbar Bantilan mengatakan berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh penyidik Polres Sleman ditemukan fakta jika dari tujuh pembina yang bertugas untuk mendampingi siswa hanya ada empat pembina yang menemani siswa ketika melakukan kegiatan pramuka. Ditambah, aksi susur sungai yang diadakan di tengah cuaca yang sedang tidak bersahabat.
"Bisa dibayangkan, dari 249 siswa yang mengikuti susur sungai hanya empat pembina yang mendampingi siswa, dua pembina yang melakukan pendampingan adalah dua perempuan dan dua laki-laki. Penentuan tersangka melewati beberapa tahapan. Penentuan tersangka juga sudah mencukupi dua alat bukti yang sah," ujar Akbar Bantilan, Selasa (25/2/2020).
Pelaku IYA selain bertugas sebagai pembina pramuka, lanjut Akbar, IYA juga merupakan guru olahraga di SMPN 1 Turi. Sedangkan, pelaku R sendiri merupakan ketua gugus depan sekaligus guru seni budaya di SMPN 1 Turi. Untuk pelaku DDS sendiri merupakan tenaga bantu yang juga merupakan pembina pramuka dari luar sekolah.
Adapun, jika ada 249 siswa terdiri dari 124 siswa kelas 7 dan 125 siswa kelas yang melakukan aksi susur sungai dan seketika terjadi banjir dan hanya terdapat empat orang pembina yang mendampingi para siswa. Maka, setiap pembina setidaknya harus menyelematkan 62 siswa.
"Pelaku IYA tidak mendampingi siswa, alasannya dia ingin mentransfer uang, kalau R berjaga di sekolah menunggu barang-barang siswa, pelaku DDS sendiri menunggu siswa di jembatan garis finish, dan R malah menunggu siswa di SMPN 1 Turi," terangnya.
Atas perbuatan ketiga pelaku, mereka dijerat dengan pasal 359 dan pasal 360 ayat satu KUHP dengan ancaman kurungan penjara maksimal lima tahun. Polisi juga mengamankan sebanyak 48 barang bukti yang kebanyakan merupakan atribut siswa SMPN 1 Turi saat kejadian nahas hanyutnya sejumlah siswa pada saat susur di Kali Sempor pada Jumat (21/2) pada sekitar pukul 15.00 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.