Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang pelajar berinsial RDS,14, asal Kalurahan Gading, Playen, Gunungkisul tenggelam di aliran Kali Oya yang tak jauh dari rumahnya, Selasa (21/11/2023) sore. Korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun di tengah perjalanan, nyawanya tak dapat tertolong.
Kapolsek Playen, AKP Sigit Teja Sukmana mengatakan, peristiwa nahas ini bermula saat korban dan keempat temannya bermain di Kali Oya, tepatnya di Kedung Wudal. Sesampai di lokasi beberapa teman langsung berenang dengan menceburkan diri ke kali.
Sebelum ikut berenang, korban menyempatan buang air kecil di pinggir kali. Setelah itu, RDS melompat dari atas batu dengan menceburkan diri ke Sungai.
BACA JUGA : 2 Santri di Kudus Tenggelam di Sungai, Ditemukan Meninggal Bergandengan Tangan
“Teman-teman korban sudah mengingatkan bahwa lokasi Sungai dalam, namun tidak dihiraukan,” kata Sigit kepada wartawan, Selasa malam.
Tak berselang lama dari menceburkan diri, korban sudah terlihat tenggelam. Spontan temannya berusaha menolong korban. Tubuh korban berhasil ditarik ke pinggiran. Namun, kondisinya masih bernafas, tapi dari bagian hidung mengeluarkan darah.
“Langsung meminta tolong ke petugas jaga hutan,” ungkapnya.
Oleh penjaga hutan, korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Nahasnya, sesampainya di rumah sakit, nyawa korban sudah tidak dapat terselamatkan.
“Hasil pemeriksaan diketahui korban meninggal dunia pada saat dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.
Menurut dia, usai mendapatkan laporan, petugas langsung mendatangi ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan medis, korban dalam kondisi pucat, perut kembung dan saat dipompa bagian perut keluar air dari mulut dan hidung.
“Jasad pelajar ini sudah diserahkan ke keluarga untuk dikebumikan,” katanya.
BACA JUGA : Selang 4 Hari, Dua Nyawa Melayang Tenggelam di Selopamioro Park
Ia berharap peristiwa ini menjadi Pelajaran sehingga kasus yan sama tidak terulang. Bagi para orang tuan, Sigit juga meminta agar terus memantau aktivitas yang dilakukan untuk menghindarkan dari hal-hal tak diinginkan.
“Tidak hanya untuk menghindari adanya kecelakaan, tapi juga potensi salah pergaulan maupun menjadi korban tindak pidana kejahatan. Jadi, harus diawasi secara berhati-hati,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Kunjungi Kontingen Sleman di Jamnas XII, Bupati Sleman Harap Peserta Mendulang Ilmu dan Pengalaman
Stunting pada anak masih dapat dioptimalkan jika ditemukan dan ditangani sedini mungkin. Dokter gizi menjelaskan tanda dan langkah penanganannya.
361 siswa di Karo diduga keracunan usai menyantap MBG. Satu siswa dirawat intensif di RSU Haji Medan karena mengalami penurunan kesadaran.
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
RSUP Dr. Sardjito, UGM, dan PERKI Cabang Jogja menggelar deteksi dini penyakit jantung di Gunungkidul untuk menemukan faktor risiko warga.