Jejak Diplomasi Budaya Hiphop Amerika Serikat Menggema di PBSK
Sejak kelahirannya, hiphop bukan sekadar bicara soal kesenian. Ia menjadi produk budaya yang lahir dari pengalaman masyarakat terpinggirkan di New York.
Tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Selang empat hari pasca-meninggalnya seorang remaja asal Krapyak Wetan, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, akibat tenggelam di Sungai Oya, tepatnya di kawasan wisata Selopamioro Park, Kalurahan Selopamioro, Imogiri, peristiwa serupa kembali terjadi siang tadi, Selasa (29/8/2023).
Kali ini, korbannya adalah RAS, 17, pelajar MAN 2 Bantul, warga Canden, Kapanewon Jetis.
Kasiops SAR DIY Distrik Bantul, Bondan Supriyanto mengatakan kejadian itu berawal ketika korban bersama 25 orang temannya berwisata di kompleks Selopamioro Park, Dusun Jetis, Kalurahan Selopamioro, Selasa, sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban bersama tiga orang kawannya kemudian berenang di Sungai Oya, tepatnya di sisi Selatan bawah jembatan Selopamioro Park.
Saat asyik berenang itulah, kemudian korban yang sempat menyelam ke dalam air, tak juga muncul ke permukaan. Lantaran panik, kawan-kawan korban kemudian memanggil-manggil korban.
"Selang sekitar lima menit kemudian, korban ditemukan mengapung di bawah jembatan Selopamioro Park, tepatnya di sisi Utara. Lalu kawan-kawan korban langsung berenang menolong korban dan membawanya ke tepian," kata Bondan, Selasa malam.
BACA JUGA: Remaja Sewon Meninggal Dunia Tenggelam di Sungai Oya, Sempat Melambaikan Tangan Minta Tolong
Dari hasil asesmen dan diagnosa Puskesmas Imogiri II serta Tim Inafis Polres Bantul yang datang ke lokasi kejadian, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Menurut Bondan, kejadian yang menimpa RAS tersebut bukan yang kali pertama. Sebelumnya, Sabtu (26/8/2023) lalu, DAS, remaja asal Krapyak Wetan juga meninggal dunia karena tenggelam di titik yang tak jauh dari lokasi tenggelamnya RAS.
Saat Harianjogja.com melakukan penelusuran soal riwayat kejadian laka sungai di wilayah tersebut, ternyata kejadian serupa juga pernah terjadi pada Januari 2022. Ketika itu, Satria Adi Saputra, 18, warga Padukuhan Sawahan, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, juga meninggal dunia saat berenang.
Dari hasil asesmen yang dilakukan Tim SAR, kata Bondan, di lokasi itu diduga terdapat sebuah palung sungai yang memicu terjadi pusaran air di dasar sungai. Dengan kondisi itu, jelas sangat berbahaya jika ada wisatawan yang berenang di titik tersebut.
"Wong anggota kami saja dulu juga pernah ada yang nyaris tenggelam karena terseret arus pusaran di situ. Jadi kalau menurut kami, penyebabnya diduga adalah palung itu. Jadi bukan karena tempat itu angker atau apapun itu. Semoga pihak-pihak terkait bisa segera menyosialisasikan akan hal ini kepada semua wisatawan agar berhati-hati saat berenang di Sungai Oya," kata Bondan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Spanyol yang belum kebobolan di Piala Dunia 2026 menghadapi Austria pada babak 32 besar. Simak prediksi, statistik, dan peluang kedua tim.
Disparekrafpora) Kabupaten Gunungkidul akan kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 pada 10–11 Juli 2026 di di kawasan Geosite Gunung
Beli kendaraan STNK Only tanpa BPKB? Risiko pidana penadahan dengan ancaman 4 tahun penjara dan denda Rp500 juta. Simak penjelasan OJK dan Polri.
Sejumlah SMA dan SMK negeri di wilayah pinggiran Gunungkidul masih kekurangan siswa baru setelah SPMB 2026/2027 selesai diumumkan.
Kejaksaan Agung menemukan dugaan keterlibatan perwira TNI aktif dalam kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis di Badan Gizi Nasional.