Eks Pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja Tuntut Gaji 4 Bulan Dibayar
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
Ilustrasi TKA. /ANTARA FOTO-Syifa Yulinnas.\n
Harianjogja.com, BANTUL — Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul mulai memfinalisasi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang bakal menjadi salah satu komponen penting dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran mendatang.
Saat ini, ribuan siswa SD, SMP, hingga MTs di Bantul masih intens mengikuti rangkaian try out yang diselenggarakan berbagai pihak, mulai dari Disdikpora, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), hingga Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).
Kepala Disdikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto, menyampaikan try out tersebut bertujuan mematangkan kesiapan siswa menjelang TKA yang direncanakan berlangsung pada April 2026.
“Sekarang anak-anak masih terus mengikuti try out. Ini menjadi persiapan penting menghadapi TKA yang akan digelar April nanti,” ujar Nugroho, Sabtu (31/1/2026).
Ia menjelaskan, secara nasional materi TKA mencakup literasi dan numerasi. Namun khusus di Daerah Istimewa Yogyakarta, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) mendapat tambahan mata pelajaran.
Untuk jenjang sekolah dasar, peserta akan mengerjakan materi IPA. Sementara jenjang SMP akan mendapatkan tambahan IPA serta Bahasa Inggris.
“Tambahan ini hanya berlaku di DIY. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas akademik siswa di daerah,” jelasnya.
Selain persiapan teknis ujian, Disdikpora Bantul juga tengah merancang regulasi pelaksanaan SPMB 2026. Saat ini, proses perencanaan masih mencakup pendataan jumlah lulusan serta ketersediaan rombongan belajar di seluruh satuan pendidikan.
Dalam skema seleksi nanti, nilai TKA akan menjadi salah satu indikator utama khususnya pada jalur prestasi. Penilaian prestasi akan mengombinasikan hasil TKA, TKAD, serta nilai rapor siswa.
“Dari pembahasan terakhir, bobot terbesar akan diberikan pada TKA, kemudian TKAD, dan yang paling kecil dari nilai rapor,” terang Nugroho.
Sementara itu, Sekretaris Disdikpora Bantul, Titik Sunarti Widyaningsih, menyampaikan pihaknya tengah menyiapkan pengiriman data siswa SD dan SMP yang akan menjadi calon peserta TKA 2026.
“Kami sedang mempersiapkan data calon peserta agar seluruh siswa di Bantul bisa mengikuti TKA,” katanya.
Meski pemerintah pusat menyatakan keikutsertaan TKA bersifat pilihan, Titik menegaskan hasil tes tetap akan digunakan sebagai salah satu syarat dalam pendaftaran ke jenjang pendidikan berikutnya.
“Secara aturan memang tidak wajib, tetapi hasil TKA tetap dipakai sebagai salah satu syarat masuk sekolah lanjutan. Jadi kalau ingin melanjutkan pendidikan, TKA ini menjadi jalurnya,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Lima peserta SPPI meninggal saat pelatihan bela negara. Pengamat mendesak investigasi independen dan audit total sistem pelatihan.
Manchester City resmi menunjuk Enzo Maresca sebagai pelatih kepala hingga 2029. Mantan asisten Pep Guardiola itu menghadapi tantangan besar menjaga dominasi The
Pemkab Kulonprogo berencana menghidupkan kembali Alwa GERR Nostalgia di Alun-alun Wates untuk menggerakkan UMKM, budaya, dan hiburan masyarakat.
Indonesia menempati peringkat kelima negara dengan tingkat obesitas tertinggi di ASEAN. Prevalensi mencapai 11,52% dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kro