Struktur Batuan Lebih Tua Ketimbang Merapi, Gunung Wungkal Layak Jadi Geoheritage

Rombongan Tim Verifikasi Kawasan Cagar Alam Geologi dan Warisan Geologi berfoto bersama seusai pemverifikasian kawasan Bukit Pandawa (Gunung Wungkal) di Dusun Jering, Sidorejo, Kecamatan Godean, Selasa (25/2/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
25 Februari 2020 16:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Tim Verifikasi Kawasan Cagar Alam Geologi dan Warisan Geologi memverifikasi Gunung Wungkal yang berada di Dusun Jering, Desa Sidorejo, Kecamatan Godean, Sleman, Selasa (25/2/2020). Lokasi ini akan menjadi salah satu geoheritage yang ada di DIY.

Anggota Tim Pengusulan Geo Heritage DIY, Jatmika Setiawan mengatakan penambahan Gunung Wungkal yang memiliki nama lain Bukit Pandawa tinggal menunggu persetujuan Kementerian ESDM. Menurutnya, Pemda DIY juga menyetujui penambahan Bukit Pandawa tersebut sebagai geoheritage di DIY. "Nantinya setiap kabupaten akan ada satu usulan wisata geoheritage. Untuk Sleman yang diusulkan Bukit Pandawa ini. Kawasan ini nanti akan menjadi kawasan wisata edukasi kebumian," katanya, Selasa.

Dosen Teknik Geologi UPN Veteran Jogja ini menjelaskan Bukit Pandawa (Gunung Wungkal) tersebut akan melengkapi geoheritage lain yang sudah lebih dulu ditetapkan di DIY.

Tercatat ada sembilan lokasi yang sebelumnya ditetapkan sebagai kawasan geoheritage di DIY, mulai dari Tebing Breksi, Gunung Gamping, Lava Bantal (Sleman); Gumuk Pasir Parangtritis (Bantul); Gunung Api Purba Ngelanggeran, Kali Ngalang, dan Gunung Batur (Gunungkidul); serta Gua Kiskenda, dan serta kompleks penambangan mangaan di Kokap (Kulonprogo).

Kawasan Bukit Pandawa, katanya, memiliki struktur geologi yang sangat langka. Dia menyontohkan di lokasi tersebut ditemukan lava sisa gunung berapi purba yang diperkirakan usianya mencapai 40 juta tahun. Masih menurut Jatmiko struktur unik ini sangat jarang ditemukan di tempat lain. Salah satu yang memiliki kemiripan ada di Bayat Klaten. Tetapi umurnya sekitar 30 juta tahun.

Namun struktur geologi yang ada di Bukit Pandawa diklaim jauh lebih baik. Instrusi batuan tuanya bisa dilihat lebih jelas, dan mudah dijangkau dengan aksesibilitasnya. "Batuan di sini paling tua di DIY. Usianya 40 juta tahun, atau lebih tua dari yang ada di Nglanggeran, apalagi dari Merapi yang hanya 2.000  tahun," katanya.

Jika kawasan tersebut sudah menjadi kawasan pariwisata, maka diharapkan kesejahteraan masyarakat bisa meningkat. Hal yang sama juga sudah dialami oleh masyarakat di Tebing Breksi dan Lava Bantal.

Pendapatan wisata Tebing Breksi dalam satu tahun bisa mencapai Rp4 miliar, sedangkan Lava Bantal bisa menembus Rp2 miliar.

Direktur Utama PT Dewi Sri Sejati Alim Sugiantoro mengatakan pihaknya akan mendukung upaya pemerintah untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai geo heritage di DIY. Apalagi Bukit Pandawa menjadi bagian dari proyek perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) Godean Hills. "Pertengahan tahun ini akan ditetapkan sebagai kawasan geo heritage, maka masyarakat sekitar juga bisa diberdayakan," kata Halim.